Atribut Dikembalikan, Hati Masih Merah: Eks PAC PDIP Tulungagung Kecewa tapi Tetap Taat
Beberapa mantan pengurus PAC mendatangi Kantor DPC PDIP Tulungagung.--
TULUNGAGUNG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Puluhan mantan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kabupaten TULUNGAGUNG mendatangi kantor DPC PDIP setempat, Jumat 24 April 2026. Kedatangan mereka bukan untuk rapat atau konsolidasi, melainkan mengembalikan atribut kepartaian sesuai instruksi dari DPC.
Pengembalian tersebut mengacu pada surat resmi DPC PDIP Tulungagung tertanggal 20 April 2026 yang memerintahkan seluruh mantan pengurus PAC yang sudah tidak lagi menjabat untuk segera menyerahkan aset dan atribut partai.
BACA JUGA:PDIP Tulungagung Panaskan Mesin Politik, 1.200 Kader Ikuti Musancab Serentak

Mini Kidi Wipes.--
Dalam surat itu, aset dan atribut yang dimaksud meliputi sepeda motor dinas, stempel, umbul-umbul, bendera, dokumen resmi, dan uang kas jika ada.
Salah satu mantan PAC, Catur Aryanto mengaku tetap mematuhi perintah tersebut meski menyimpan rasa kecewa.
BACA JUGA:Peringatan Nuzulul Quran, DPC PDI-P Tulungagung Gelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim
Ia menilai kebijakan tersebut cukup berat, apalagi pengembalian umbul-umbul dan bendera yang selama ini sudah menjadi bagian dari dirinya.
“Kami ini sudah puluhan tahun berproses di partai. Baru kali ini ada aturan seperti ini. Kalau kendaraan atau atribut kantor, ya wajar. Tapi kalau seragam, menurut saya itu tidak masuk akal dan terasa sangat berat,” ujarnya.
Meski demikian, Catur menegaskan dirinya tetap menghormati keputusan partai sebagai bentuk loyalitas kader.
“Kecewa pasti ada, tapi kami tetap patuh. Apa pun keputusannya, kami jalankan,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Karsi Nero Sutarmin, mantan PAC dari wilayah Campurdarat. Ia juga mengaku merasakan hal yang sama, namun memilih tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan.
“Kami ini kader, jadi ya tetap tunduk pada aturan partai. Walaupun jujur, ada rasa kecewa juga dengan kebijakan ini,” kata Karsi Nero.
Sumber:








