Matcha vs Kopi, Mana Lebih Ampuh Bikin Melek? Ini Perbandingan Kafeinnya
Perbandingan kafein pada kopi dan matcha, mana yang lebih ampuh bikin melek.(Sumber: Pinterest)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Perdebatan soal kandungan kafein antara matcha dan kopi hitam belakangan kembali ramai dibahas, terutama di kalangan anak muda yang mulai mencari alternatif minuman selain kopi. Banyak yang menganggap matcha bisa memberikan efek “melek” yang sama, bahkan tidak sedikit yang menjadikannya sebagai pengganti kopi sehari-hari. Namun, jika dilihat dari data ilmiah, perbandingannya memang tidak sesederhana itu.
Keduanya sama-sama mengandung kafein, tetapi jumlahnya berbeda tergantung takaran dan cara penyajian. Dalam satu cangkir kopi seduh sekitar 240 ml, kandungan kafein rata-rata berada di kisaran 80 hingga 100 mg, bahkan bisa mencapai sekitar 96 mg. Sementara itu, matcha dalam penyajian standar biasanya mengandung sekitar 38 hingga 88 mg kafein per sajian, tergantung pada jumlah bubuk yang digunakan (berdasarkan tinjauan ilmiah yang dirangkum Healthline).
BACA JUGA:Bolehkah Minum Kopi Setiap Hari? Simak Batas Aman dan Efek Sampingnya bagi Tubuh

Mini Kidi Wipes.--
Menariknya, jika dilihat dari kandungan per gram, matcha justru memiliki kafein yang cukup tinggi. Penelitian menunjukkan matcha mengandung sekitar 19 hingga 44 mg kafein per gram, sedangkan kopi berada di kisaran 10 hingga 12 mg per gram. Artinya, secara konsentrasi, matcha bisa lebih padat kafein. Namun, karena biasanya digunakan dalam jumlah lebih sedikit, total kafein yang dikonsumsi tetap lebih rendah dibandingkan dengan kopi dalam satu cangkir.
Selain jumlah, cara kerja kafein di tubuh juga menjadi pembeda utama. Kopi dikenal memberikan efek yang cepat karena kafein diserap dengan cukup cepat oleh tubuh. Efeknya bisa mulai terasa dalam waktu singkat setelah diminum, sehingga banyak orang mengandalkannya untuk mengatasi kantuk atau meningkatkan energi secara instan.
BACA JUGA:Pencinta Kopi Wajib Tahu! 7 Jenis Obat Ini Pantang Diminum Bersama Kafein
Di sisi lain, matcha mengandung senyawa L-theanine yang berperan menyeimbangkan efek kafein. Sejumlah studi menunjukkan bahwa kombinasi kafein dan L-theanine dapat membantu meningkatkan fokus dan fungsi kognitif tanpa memicu rasa gelisah berlebihan. Karena itu, efek energi dari matcha cenderung lebih stabil, tidak terlalu “menendang” di awal, tetapi bisa bertahan lebih lama.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Dari sisi kesehatan, kedua minuman ini juga sama-sama mengandung antioksidan, terutama polifenol, yang bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi kafein dalam jumlah wajar bahkan dikaitkan dengan peningkatan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun, konsumsi berlebihan tetap perlu dihindari, dengan batas aman sekitar 400 mg kafein per hari untuk orang dewasa menurut berbagai penelitian.
Pada akhirnya, pilihan antara matcha dan kopi kembali pada kebutuhan masing-masing. Jika membutuhkan dorongan energi yang cepat dan kuat, kopi bisa menjadi pilihan utama. Namun, jika ingin efek yang lebih stabil dan tidak terlalu memicu kegelisahan, matcha bisa menjadi alternatif yang menarik.
Jadi, bukan soal mana yang lebih kuat, tetapi lebih ke bagaimana tubuh merespons dan jenis energi seperti apa yang dibutuhkan dalam aktivitas sehari-hari.
Sumber:








