Polisi Imbau Korban Penipuan Eks Camat Pakal Surabaya Segera Lapor
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edi Herwiyanto.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus penipuan dengan modus penerimaan pegawai pemerintah di kecamatan yang diduga dilakukan oleh bekas Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma telah bergulir ke Polrestabes Surabaya.
Kasatreskrim Polrestabes Surbaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, pihaknya baru menerima laporan dari satu korban dan mengimbau korban lain untuk segera membuat laporan serupa, agar memudahkan polisi melakukan penyelidikan.
BACA JUGA:Tagih Janji Mantan Camat Pakal, Korban Penipuan Rekrutmen Satpol PP Ultimatum Lapor Polisi

Mini Kidi Wipes.--
"Sementara laporan cuma satu. Penyidik sudah kami perintahkan untuk mencari korban yang lain agar membuat laporan," katanya, Kamis 23 April 2026.
Edy menambahkan, terduga pelaku sudah dilakukan pemeriksaan. Statusnya hingga kini masih sebagai saksi. Penyidik juga berupaya mencari pelaku lain yang diduga turut terlibat dalam penipuan tersebut lewat keterangan terlapor dan pelapor.
BACA JUGA:Eri Cahyadi Tegaskan Rekrutmen Pemkot Surabaya Gratis, Kasus Eks Camat Pakal Murni Urusan Pribadi
"Beberapa yang diduga sebagai pelaku sudah dimintai keterangan sebagai saksi dan mengumpulkan bukti lebih lanjut. Saat ini proses penyelidikan," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kasus penipuan rekrutmen pegawai yang menyeret mantan Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma terus memanas. Tiga korban kembali mendatangi Rumah Aspirasi untuk mengadukan nasib mereka kepada Wakil Walikota Surabaya, Armuji.
Cholifah, ibu dari salah satu korban penipuan mengutarakan kekecewaannya lantaran janji pengembalian uang sebesar Rp25 juta hanya dibayar Rp5 juta oleh mantan Camat Pakal, Deddy Sjahrial.
BACA JUGA:Ketua Komisi A DPRD Surabaya Kecam Keras Dugaan Penipuan Loker Eks Camat Pakal
"Saya ditelepon Pak Deddy mau ketemuan, katanya mau dikembalikan tapi cuma ada Rp 5 juta. Saya bilang, sampean itu mantan camat tapi kok tidak bersyukur, utang Rp25 juta mau dibayar Rp5 juta. Saya tidak mau," tegas Cholifah.

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Ia menceritakan bahwa pelaku sempat menjanjikan pelunasan sebelum pensiun, namun hingga kini tidak ada kepastian. Padahal Cholifah mengaku sampai harus menjual barang-barangnya demi bertahan hidup.
Sumber:








