Bukan Sekadar Angka, Gus Fawait Tegaskan Data Kemiskinan Harus Bicara Realita
Bupati Jember Muhammad Fawait--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Di balik deretan angka kemiskinan di Jember, ada nasib warga yang seringkali terabaikan hanya karena urusan data. Menyadari hal itu, Bupati Jember Muhammad Fawait melontarkan kritik tajam sekaligus reflektif terhadap kinerja pengentasan kemiskinan yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran.

Mini Kidi Wipes.--
Dalam forum diskusi hangat "Wadul Gus'e" pada Minggu malam, 19 April 2026, pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menyebut bahwa ketidaksinkronan data dengan kondisi riil di lapangan adalah luka lama yang harus segera disembuhkan.
“Selama ini program pengentasan kemiskinan seringkali meleset dari sasaran. Ini akibat data yang kita pegang tidak berbicara jujur tentang realitas di lapangan," ujar Gus Fawait dengan nada prihatin.
BACA JUGA:Ironi di Balik Rimbun Hutan, Gus Fawait Siapkan Strategi Radikal Entaskan 90 Ribu KK Miskin Ekstrem

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Ia mengibaratkan carut-marut data ini seperti diagnosa medis. Jika dokternya salah membaca penyakit, maka obat yang diberikan justru bisa memperburuk keadaan pasien.
“Kami tidak bisa mengobati penyakit jika diagnosanya salah. Memberikan bantuan dengan data yang keliru hanya akan memperpanjang penderitaan sosial masyarakat kita,” tegasnya.
Guna memutus rantai "salah obat" tersebut, Pemkab Jember mengambil langkah berani dengan menerjunkan langsung Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data. Gus Fawait ingin ada wajah kemanusiaan dalam setiap proses pendataan, bukan sekadar administrasi di atas kertas.
“Dengan melibatkan ASN dalam verval, kita ingin menghadirkan akuntabilitas. Namun lebih dari itu, kita ingin ada empati,” ungkap politisi Gerindra tersebut.
BACA JUGA:Berikan Waktu untuk Keluarga, Gus Fawait Terapkan Kebijakan WFH Hari Jumat bagi ASN Jember
Menurutnya, terjunnya ASN ke kantong-kantong kemiskinan memiliki misi besar: menyatukan data, mempercepat bantuan, dan yang terpenting, mengasah kepekaan sosial para pelayan publik. Ia tak ingin lagi mendengar ada bantuan yang salah alamat karena intervensi kepentingan pihak tertentu di tingkat bawah.
“ASN harus turun, melihat langsung dapurnya warga, melihat bagaimana mereka bertahan hidup. Dengan begitu, kebijakan yang kita lahirkan bukan sekadar angka-angka dingin, tapi kebijakan yang berbasis fakta dan rasa peduli,” tambahnya.
Di akhir diskusi, Gus Fawait mengingatkan bahwa status darurat kemiskinan di Jember harus menjadi alarm bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia mengajak seluruh jajarannya untuk bekerja sebagai satu kesatuan yang utuh.
Sumber:






