new idulfitri

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen Tahun 2026 Tetap Stabil

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen Tahun 2026 Tetap Stabil

ilustrasi--

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2 persen pada 2026 dan 2027 mendatang di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Prediksi tersebut tertuang dalam laporan Asian Development Outlook April 2026 bertajuk The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and The Pacific.

Kuatnya permintaan domestik dan belanja infrastruktur menjadi penopang utama stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

"Asia Tenggara diperkirakan mempertahankan pertumbuhan relatif stabil, didukung permintaan domestik dan belanja infrastruktur, meskipun pelemahan perdagangan global dan berkurangnya efek percepatan ekspor akan menekan beberapa ekonomi," demikian keterangan laporan tersebut.

ADB juga menyebut bahwa konflik yang tengah terjadi di Timur Tengah berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia melambat secara umum.

Gangguan pasokan energi hingga bahan baku pupuk akibat konflik tersebut memicu kenaikan biaya produksi yang mendorong inflasi.

BACA JUGA:Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Diramal 5,54 Persen Tetap Solid

Negara-negara di Timur Tengah merupakan pemasok utama pupuk dan input terkait termasuk urea serta amonia bagi pasar internasional.

Jalur distribusi komoditas tersebut sebagian besar melewati Selat Hormuz yang merupakan jalur laut vital bagi ekspor global.

BACA JUGA:Pengamat: Demokrasi Tunjukkan Daya Tahan di Era Prabowo dan Perbedaan Pendapat Dikelola Baik

Kondisi ini meningkatkan biaya produksi pertanian yang pada akhirnya dapat berdampak signifikan terhadap kenaikan harga pangan.

ADB memperkirakan tingkat inflasi di Indonesia akan berada pada angka 2,5 persen untuk tahun 2026 dan 2027 mendatang.

Laporan tersebut disusun dengan asumsi bahwa konflik di Timur Tengah dapat berakhir atau mencapai titik stabil pada April ini.


Mini Kidi Wipes.--

Jika konflik berlangsung panjang hingga kuartal ketiga 2026, maka pertumbuhan ekonomi di Asia Pasifik akan semakin tertekan.

Inflasi juga diprediksi semakin meningkat tajam apabila stabilitas keamanan di kawasan pemasok energi tersebut tidak kunjung membaik.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

"Pertumbuhan kawasan akan lebih rendah 1,3 poin persentase selama 2026–2027 dibandingkan skenario stabilisasi dini, sementara inflasi akan lebih tinggi 3,2 poin persentase," tulis ADB.

Selain itu, gangguan rantai pasok dan memburuknya kondisi keuangan secara tajam dapat semakin memperbesar dampak ekonomi tersebut. 

 

Sumber: