Melalui Program Sekolah Rakyat, Anak Pedagang Cilok di Boyolali Punya Harapan Baru
Pedagang cilok asal Boyolali Muhammad Fauzan saat menceritakan harapannya terhadap pendidikan sang anak di Sekolah Rakyat.--
BOYOLALI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Muhammad Fauzan (46), seorang pedagang cilok dengan keterbatasan penglihatan asal Dukuh Grembyuk, Desa Tanjung, Kecamatan Klego, kini menaruh harapan besar pada masa depan anaknya yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Pria yang menjadi tulang punggung bagi tiga anaknya tersebut setiap hari berjuang menjajakan dagangan menggunakan sepeda ontel mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Sejak sang istri meninggal dunia akibat asma beberapa tahun lalu, Fauzan harus berjuang seorang diri menghidupi keluarga di tengah keterbatasan ekonomi dan fisik.
Anak keduanya, Fathul Mu’in, kini tercatat sebagai siswa di salah satu Sekolah Rakyat yang merupakan program sekolah berasrama gratis inisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Bagi Fauzan yang tidak memiliki kemampuan membaca dan menulis, keberadaan sekolah tersebut menjadi peluang emas agar anaknya bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak.
"Saya berharap anak saya menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa," ujar Fauzan saat ditemui di kediamannya.
Ia menegaskan tidak ingin memaksakan cita-cita tertentu kepada sang buah hati, namun ia mendidik anaknya agar selalu memiliki etos kerja yang kuat dan sungguh-sungguh.
Meskipun terselip keinginan agar Mu’in kelak menjadi seorang pengusaha, Fauzan memberikan kebebasan penuh bagi anaknya untuk menentukan arah masa depan sendiri.
"Saya tidak bisa menghendaki cita-cita anak, tapi saya ingin dia jadi anak yang bisa bekerja sungguh-sungguh," tambahnya.

Mini Kidi Wipes.--
Fauzan mengakui bahwa program Sekolah Rakyat sangat meringankan beban finansialnya yang selama ini hanya mengandalkan pendapatan dari berjualan cilok.
Dalam sehari, ia mengolah 5 kilogram cilok dengan omzet sekitar Rp 250 ribu dan hanya membawa pulang keuntungan bersih sekitar Rp 50 ribu jika dagangan habis.
Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, akses pendidikan gratis berkualitas menjadi bantuan yang sangat nyata bagi keberlangsungan masa depan keluarganya.
Fauzan menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap kebijakan pemerintah yang peduli terhadap akses pendidikan bagi masyarakat kecil di daerah.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program-program yang telah dilakukan, terutama yang bisa diikuti oleh anak saya," kata Fauzan.
Ia berharap program ini terus berlanjut agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu yang terselamatkan pendidikannya.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berkomitmen memberikan fasilitas terbaik guna memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan formal yang terukur.
Sumber:







