Dokter Sebut Luka Bakar 80 Persen Sangat Fatal dengan Risiko Kematian Tinggi
Dokter Silvya Mahmuda--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Luka bakar dengan luas hingga 80 persen pada tubuh manusia tergolong sangat fatal dan memiliki tingkat kematian yang tinggi.
Hal ini disampaikan oleh dokter Silvya Mahmuda saat menjelaskan tingkat keparahan serta prosedur penanganan medis pada luka bakar.
Menurutnya, tingkat fatalitas luka bakar tidak hanya ditentukan oleh luasnya saja, tetapi juga derajat luka yang dialami pasien.
Secara umum luka bakar dibagi menjadi tiga derajat, di mana derajat satu ditandai dengan kemerahan pada kulit luar seperti akibat sengatan matahari.
BACA JUGA:Siswa SMAN 2 Jember Kompak Jadi Pahlawan Kemanusiaan Melalui Donor Darah PMR
Derajat dua sudah menimbulkan lepuhan atau bula akibat terkena minyak panas, sedangkan derajat tiga merupakan kondisi paling berat dengan kulit tampak putih atau kehitaman.
"Apabila luka bakar derajat dua dan tiga mencapai 80 persen, kondisi tersebut sudah sangat fatal dan mortalitasnya tinggi," ujar Silvya.
Ia menjelaskan, peluang bertahan hidup pasien sangat bergantung pada persentase luas luka yang menutupi permukaan tubuh.
Luka bakar sekitar 20 persen umumnya masih tergolong aman dan bisa sembuh meskipun tetap meninggalkan bekas pada kulit.
Namun, pada kisaran 40 hingga 60 persen risiko keselamatan sudah tinggi, sementara di atas 60 persen angka kematian meningkat signifikan.
Selain itu, faktor usia dan bagian tubuh yang terkena seperti area wajah atau saluran pernapasan juga sangat memengaruhi keselamatan pasien.

Mini Kidi Wipes.--
Luka pada pernapasan dinilai berbahaya karena risiko keracunan asap hingga memicu infeksi berat atau sepsis yang mengancam nyawa.
Untuk penanganan awal, Dokter Silvya mengimbau agar korban segera dijauhkan dari sumber panas dan luka dialiri air normal selama 15 hingga 20 menit.
"Jangan mengoleskan pasta gigi, minyak, atau bahan lain, dan hindari penggunaan es karena dapat mempersempit pembuluh darah," tegasnya.
Di Surabaya, penanganan luka bakar berat dapat dilakukan di rumah sakit tipe A seperti RSUD Dr Soetomo dan RSAL yang memiliki fasilitas memadai.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Silvya menambahkan, proses penyembuhan luka bakar berat membutuhkan waktu lama mulai dari beberapa bulan hingga lebih dari satu tahun.
Pasien umumnya memerlukan tindakan operasi berulang seperti pembersihan jaringan mati atau debridement hingga pencangkokan kulit.
Menurutnya, komplikasi yang sering terjadi meliputi gagal organ ginjal dan paru-paru, gangguan cairan tubuh, hingga masalah psikologis seperti trauma. (rio)
Sumber:







