Ghost in the Cell Curi Perhatian Dunia, Siap Tayang di 86 Negara Selain Indonesia
Film baru Joko Anwar “Ghost in the Cell” laku di 86 negara sebelum rilis.(Sumber: Instagram @jokoanwar)--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Nama Joko Anwar sepertinya sudah familiar di kalangan penggemar film di Indonesia. Berbagai karyanya yang memiliki ciri khas tersendiri membuat Joko Anwar berhasil menciptakan nama sebagai salah satu sutradara tersohor di Tanah Air. Saat ini, Joko Anwar kembali menghadirkan karya terbarunya yang berjudul Ghost in the Cell yang direncanakan akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 16 April 2026. Berita ini disambut dengan semangat, mengingat setiap film yang ia hasilkan selalu memberikan pengalaman menonton yang unik dan mengesankan.
Antusiasme ini sebenarnya sudah mulai memuncak sejak teaser pertamanya dirilis pada 20 Januari 2026 lalu. Mengusung genre horor-komedi yang terbilang unik, film ini langsung jadi buah bibir di berbagai platform media sosial. Banyak netizen yang mengaku terkesan dengan sisi gelap yang tersaji pada teaser film tersebut, namun ternyata juga terbesit komedi di dalamnya.
BACA JUGA:Film Akal Imitasi Angkat Sisi Gelap AI di Dunia Pendidikan

Mini Kidi Wipes.--
Hal ini terlihat dari maraknya komentar positif di berbagai media sosial. Salah satunya datang dari akun YouTube @purnamasarijayanti1613 yang berkomentar, "Asli ini keren sih kelihatannya, liat trailer ini ekspektasiku setinggi langit. Film horor tapi dibikin beda, tone warna gelap, campuran komedi dikit tp komedinya fresh dan dark, lagu anak yang dibikin lebih horornya juga masuk dan ga cuma mainin horor2annya aja tapi ada gorenya juga. Mudah-mudahan filmnya ga yang jumpscare alay ya”. Tak hanya di YouTube, keriuhan juga sampai ke Instagram. Pengguna dengan akun @willaadwi pun tak kalah heboh mengekspresikan rasa tidak sabarnya, "makin gaaak bisaaa dieeemm akuuu nih dikasih begini ahhhhh mau skip sayanggg ga di skip penasarannn ga sabaaaarr."
Di sisi lain, ternyata, daya tarik dari film ini tak hanya berhenti pada alur ceritanya yang bikin penasaran atau teaser-nya yang estetik saja. Jika kita intip lebih dalam ke jajaran pemainnya, tak heran bila netizen langsung heboh. Film ini benar-benar bertabur bintang ternama. Bayangkan saja, dalam satu layar kita akan melihat kolaborasi akting dari aktor-aktor papan atas seperti Abimana Aryasatya, Aming, Morgan Oey, Rio Dewanto, hingga Tora Sudiro.
BACA JUGA:Mengenal Lilis Suryani, Sang Legenda Musik Era 60-an yang Kembali Mengalun Lewat Film Na Willa
Kehadiran nama-nama besar tersebut tentu menjadi jaminan kualitas yang bikin ekspektasi penonton makin melambung tinggi. Banyak yang sudah tidak sabar melihat bagaimana chemistry para aktor keren ini saat memerankan karakter unik dalam karya film horor-komedi ala Joko Anwar. Kombinasi sutradara jenius dan jajaran pemain kelas berat seperti ini memang jarang-jarang terjadi, jadi sangat wajar jika netizen merasa rugi melewatkan akting mempesona mereka di bioskop nanti.
Melihat besarnya antusiasme publik dan kualitas produksi yang nggak main-main, rasanya nggak heran kalau film ini nggak cuma jadi konsumsi penonton lokal saja. Standar tinggi yang selalu dibawa Joko Anwar di setiap karyanya seolah memberikan sinyal bahwa film ini punya daya tarik yang sangat luas, bahkan melampaui batas negara.
Kualitas visual dan kekuatan cerita yang ditawarkan dalam teaser kemarin rupanya berhasil mencuri perhatian dunia internasional. Siapa sangka, gelombang ketertarikan terhadap film ini terus bergulir jauh, membuktikan kalau sineas kita memang sudah punya tempat spesial di hati penonton global.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Perhatian global terhadap Ghost in the Cell ini ternyata bermula saat Joko Anwar bersama timnya membawa film tersebut ke ajang bergengsi Berlinale 2026. Kehadiran film ini di festival tersebut langsung mencuri perhatian para pelaku industri film dunia. Bahkan, respons yang didapat bisa dibilang di luar ekspektasi. Dalam kesempatan itu, film ini berhasil menarik minat banyak pihak hingga akhirnya tercatat sekitar 86 negara membeli hak penayangan untuk memutar film ini di bioskop mereka masing-masing, bahkan sebelum film ini tayang di Indonesia. Pencapaian ini tentu menjadi bukti nyata bahwa karya anak bangsa mampu bersaing dan mendapat tempat di kancah perfilman internasional.
Pencapaian Ghost in the Cell ini tentu menjadi momen yang membanggakan, bukan hanya bagi Joko Anwar dan seluruh tim produksi, tetapi juga bagi perfilman Indonesia secara keseluruhan. Melihat karya anak bangsa mampu menembus pasar internasional dan mendapat apresiasi luas, rasanya ada kebanggaan tersendiri yang sulit dijelaskan. Film ini seolah menjadi pengingat bahwa industri kreatif Indonesia punya potensi besar untuk bersinar di panggung dunia. Kini, tinggal bagaimana kita sebagai penonton ikut merayakan dan mendukungnya saat tayang di bioskop nanti. Jadi, sudah siap menyaksikan karya yang bukan hanya menghibur, tapi juga membanggakan ini?
Sumber:







