Kapolresta Malang Kota Perkuat Dialog Bersama OKP dan Ormas demi Jaga Kondusivitas Wilayah
Kapolresta Malang Kota Kombespol Putu Kholis Aryana berdiskusi bersama berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Kota Malang.--
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Polresta Malang Kota memperkuat stabilitas harkamtibmas dengan memupuk silaturahmi serta diskusi bersama berbagai elemen organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Kota Malang, Selasa 7 April 2026.
Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang mulai perwakilan organisasi masyarakat, mahasiswa, hingga komunitas suporter dalam dialog terbuka.
Kapolresta Malang Kota Kombespol Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa forum silaturahmi tersebut menjadi wadah terbuka untuk membangun komunikasi dua arah.
Putu Kholis mengatakan, kegiatan ini murni silaturahmi dan diskusi karena kepolisian ingin mendengar langsung masukan terkait dinamika yang terjadi saat ini.
BACA JUGA:Pencuri Kotak Amal Musala Maspati Surabaya Berkelit, Mengaku Uang Hasil Menang Judi
Ia menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap dampak isu global seperti konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas nasional hingga daerah.
Sinergi antar-elemen dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas di wilayah Kota Malang di tengah berbagai isu yang berkembang.

Mini Kidi Wipes.--
Dalam diskusi tersebut perwakilan mahasiswa juga menyampaikan dilema yang dihadapi aktivis saat menyikapi isu terkait tahanan politik.
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menambahkan bahwa forum seperti ini merupakan bentuk klarifikasi lintas elemen untuk meredam kesalahpahaman.
Langkah ini juga bertujuan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian melalui komunikasi yang transparan.
Peran ormas dan kolaborasi lintas elemen yang hadir menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Polresta Malang Kota terus membangun soliditas bersama institusi terkait, elemen masyarakat, hingga akademisi guna mencegah potensi konflik.
"Upaya ini diharapkan dapat menjaga stabilitas wilayah secara berkelanjutan melalui koordinasi yang intensif," pungkas Putu Kholis. (edr)
Sumber:







