Sidak Kantor Layanan, Pemkot Surabaya Bakal Pasang Bendera Hitam di Lokasi Terkotor
Penilaian program Indonesia asri di kantor kelurahan lingkungan Pemkot Surabaya. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemkot Surabaya mulai melakukan penilaian mendadak (sidak) ke seluruh kantor kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah (PD). Kantor dengan kualitas pelayanan dan kebersihan terendah bakal dipasangi bendera hitam.
Penilaian ini merupakan bagian dari program ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) yang dicanangkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait penciptaan lingkungan instansi pemerintah yang asri.
"Pak Wali Kota meminta dilakukan penilaian terhadap seluruh PD. Ini bentuk tindak lanjut kami terhadap arahan pusat agar kantor pelayanan publik memenuhi standar aman, sehat, bersih, dan indah," ujar Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru.
BACA JUGA:Wujudkan Hunian Layak Gen Z, Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Mulai Rp100 Juta di 3 Lokasi Strategis

Mini Kidi Wipes.--
Demi menjaga objektifitas, Pemkot Surabaya menggandeng tim juri independen dari lima lembaga ahli. Tim tersebut terdiri dari unsur Kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim, Ikatan Arsitek Jawa Timur, YLPK Jawa Timur, hingga akademisi (Plato).
Setiap unsur juri memiliki fokus penilaian masing-masing, mulai dari aspek keamanan, estetika arsitektur, hingga kepuasan konsumen atau masyarakat.
Tundjung menjelaskan bahwa hasil penilaian ini akan diumumkan secara terbuka setiap bulan. Skemanya adalah satuan kerja dengan nilai terbaik akan mendapatkan Bendera Putih, sedangkan lima kantor pelayanan atau wilayah dengan nilai terendah akan diberikan Bendera Hitam.
BACA JUGA:Atensi Jalan Maut Pandugo, Komisi A DPRD Jatim Desak Pemprov dan Pemkot Surabaya Lepas Ego Sektoral

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
"Tujuannya agar mereka tahu kondisinya. Jika kurang baik, diberi bendera hitam agar ke depannya bisa ditingkatkan lagi," tegasnya.
Proses penilaian dilakukan secara mendadak. Meski para kepala PD sudah mengetahui periode penilaian telah dimulai, mereka tidak diberi tahu kapan tim juri akan mendatangi lokasi.
"Memang harus mendadak agar semua siap setiap saat. Tim mengecek detail hingga kebersihan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan minimal (SPM)-nya," tambahnya.
BACA JUGA:Pemkot Surabaya Segera Tata Pasar Batu Permata Kayoon Jadi Ikon Wisata Baru
Sumber:







