Stok Beras Nasional Melimpah, Bulog Siap Hadapi Potensi El Niño 2026
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani meninjau stok beras di Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Perum Bulog memastikan stok beras nasional mencapai 4,4 juta ton dan siap menghadapi potensi El Niño yang diprediksi terjadi pada semester kedua 2026, ,Minggu 5 April 2026.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga akhir Maret 2026 sebanyak 7 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
BACA JUGA:Kirab Pasoeroean Tempo Doeloe, Wali Kota Dorong Lestarikan Budaya dan Ekraf
Kondisi tersebut diprediksi terus meningkat dan berpotensi memicu fenomena El Niño yang dapat memengaruhi curah hujan serta produksi pertanian.

Mini Kidi Wipes.--
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi sangat kuat.
"Stok beras Bulog saat ini mencapai 4,4 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi dalam sejarah Indonesia merdeka," ujarnya.
Ia menambahkan capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya pada 2025 sebesar 4,2 juta ton.
"Sebagai perbandingan, saat swasembada pangan 2025 stok tertinggi berada di angka 4,2 juta ton. Di bulan April ini kita sudah melampaui angka tersebut," jelasnya.

Gempur Rokok Ilegal -----
Menurutnya, stok beras diperkirakan masih akan terus bertambah dalam waktu dekat.
"Kami memprediksi pada akhir April atau memasuki Mei, stok bisa mencapai sekitar 5 juta ton," imbuh Rizal.
Seluruh cadangan tersebut telah dalam bentuk beras siap salur, sementara penyerapan gabah petani telah melampaui 35 persen dari target 4 juta ton.
Selain itu, Bulog bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi El Niño.
"Kami sudah melakukan rapat bersama Kementerian Pertanian untuk mitigasi potensi El Niño. Langkah yang disiapkan antara lain penambahan pompanisasi serta bantuan alat dan mesin pertanian," ungkapnya.
BACA JUGA:Pedagang Melon di Pasar Gede Solo Rasakan Dampak Ekonomi dari Program MBG
Ia menilai kondisi cuaca kering tidak selalu berdampak negatif jika diantisipasi dengan baik.
"Diharapkan produksi tidak menurun, bahkan bisa meningkat. Mengingat periode tersebut merupakan puncak panen padi, dan cuaca kering justru dapat mendukung hasil panen yang lebih optimal," pungkasnya. (ain)
Sumber:







