Pemkot Surabaya Segera Tata Pasar Batu Permata Kayoon Jadi Ikon Wisata Baru
Wali Kota Eri Cahyadi meninjau Pasar Batu Permata Kayoon Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau Pasar Batu Permata Kayoon dan menyiapkan penataan kawasan sebagai ikon wisata baru, Kamis 2 April 2026.
Penataan pasar tersebut masih menunggu kepastian status kepemilikan lahan.

Mini Kidi Wipes.--
Eri menyampaikan selama ini penataan terkendala karena lokasi bukan aset Pemerintah Kota Surabaya.
“Pusatnya batu permata itu di Kayoon. Jadi perlu sentuhan, tapi saya belum tahu ini asetnya siapa. Kalau bukan milik pemkot, maka saya harus izin dulu kepada pemilik asetnya,” ujarnya.
BACA JUGA:Wali Kota Eri Cahyadi Rotasi 78 Pejabat Pemkot Surabaya, Ini Daftar Lengkapnya
Berdasarkan penelusuran awal, kawasan tersebut diduga merupakan aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Balai Besar Wilayah Sungai.
Eri menargetkan dalam satu minggu ke depan status administrasi lahan dapat dipastikan.
Jika izin pengelolaan diperoleh, Pemkot Surabaya siap melakukan penataan pada tahun ini.
BACA JUGA:Sasar Gen Z, Eri Cahyadi Siapkan Rusunami Rasa Apartemen di Dua Lokasi Dilengkapi Fasilitas Lift
“Insyaallah, kalau nanti diizinkan untuk dikelola, kita pasti akan bangun di tahun ini. Target saya, Mei nanti saat ulang tahun Surabaya, tempat ini sudah menjadi ikon baru. Jadi ada Kota Lama, Jalan Tunjungan, Kebun Raya Mangrove, dan Batu Permata Nusantara,” terangnya.
Selain itu, ia menegaskan pengembangan ini juga bertujuan melestarikan budaya Nusantara.
Menurutnya, batu mulia merupakan bagian dari sejarah yang perlu dijaga.

Gempur Rokok Ilegal -----
Ketua Persatuan Pedagang dan Pengrajin Batu Permata Indah Taman Wisata Kayoon Surabaya, Nuri Fansyah menyebut terdapat sekitar 60 stan yang masih aktif.
Eri mengakui kondisi ekonomi membuat pedagang menghadapi tantangan dalam menjalankan usaha.
“Harapan kami semua, dukungan ini bisa membantu pasar kembali bergairah dan lebih hidup. Kami ingin pasar ini menjadi destinasi yang berkesinambungan bagi wisatawan maupun kolektor,” pungkasnya. (alf)
Sumber:







