Perangi Pungli, Dirjen Imigrasi: Kita Cari Akar Masalahnya, Bukan Sekadar Penindakan
Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Ditjenim Kemenimipas) mengambil langkah tegas dalam membenahi integritas layanan keimigrasian.
Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan tengah menyiapkan strategi komprehensif untuk menyumbat celah pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum pegawai.
BACA JUGA:Polres Mojokerto Tegaskan Penanganan Profesional Kasus Pemerasan oleh Oknum Wartawan

Mini Kidi Wipes.--
Langkah ini merupakan respons cepat atas insiden dugaan pungli yang menimpa seorang warga negara Singapura di Pelabuhan Ferry Batam baru-baru ini. Hendarsam memastikan bahwa oknum yang terlibat telah ditindak tegas oleh tim kepatuhan internal.
"Masalah di Batam, hal tersebut langsung direspons cepat teman-teman di kepatuhan internal, dan sudah dilakukan sanksi terhadap mereka," kata Hendarsam di Aula Jusuf Adiwinata, Kantor Kemenimipas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu, 1 Maret 2026.
BACA JUGA:Cegah Sampah Kiriman, Wali Kota Eri Minta Warga Jaga TPS dari Oknum Luar Surabaya
Hendarsam menekankan bahwa penindakan saja tidak cukup. Ia berkomitmen untuk tidak menggunakan pendekatan "tambal sulam" dalam menyelesaikan masalah klasik ini.
"Kita cari akar masalahnya, kemudian kita buat sebuah juklak (petunjuk pelaksanaan) dan juknis (petunjuk teknis) yang secara struktural bisa berjalan baik. Jadi tidak hanya penindakan kemudian ada lagi," ujar Hendarsam di hadapan media.
BACA JUGA:Kondisi Membaik, Oknum Koramil Pakel Pembobol Minimarket Dilimpahkan ke Denpom Madiun
Untuk mematangkan strategi ini, Hendarsam akan segera mengumpulkan jajaran direktur di Direktorat Imigrasi. Agenda utamanya adalah menyusun formula baru guna meminimalisir penyimpangan perilaku petugas di lapangan.
Menurutnya, kunci utama dari pemberantasan pungli adalah kekuatan sistem. Ia berpendapat bahwa sistem yang lemah akan selalu memberikan peluang bagi oknum untuk melakukan pelanggaran.
"Apa pun itu, saya rasa semua pelanggaran kalau sistemnya tidak rigid (tegas), masih ada celah, itu kita perbaiki. Akar masalahnya apa, itu kita cari," tegasnya.
Sumber:







