Sejarah Hari Lahir Kopaska 31 Maret dan Pola Pendidikan Pasukan Elite TNI AL
Ilustrasi pendidikan dan latihan pasukan katak Kopaska TNI AL.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Tanggal 31 Maret diperingati sebagai hari lahir Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL yang dibentuk pada 1962, dengan tugas operasi khusus di darat, laut, dan udara, Senin 30 Maret 2026.
Satuan elite di bawah Komando Armada RI ini memiliki semboyan “Tan Hana Wighna Tan Sirna” yang berarti tidak ada rintangan yang tak dapat diatasi.

Mini Kidi Wipes.--
Pembentukan Kopaska tidak lepas dari peran Presiden pertama RI, Soekarno, dalam mendukung operasi pembebasan Irian Jaya. Cikal bakal pasukan ini bahkan sudah ada sejak 1954, dengan tokoh perintis Kapten Pelaut Iskak.
Dalam prosesnya, Kopaska dikenal memiliki pola pendidikan yang sangat berat dan terstruktur. Tahap awal dimulai dengan indoktrinasi dan pembinaan fisik intensif, termasuk fase “Minggu Neraka” selama 1,5 bulan yang menguji ketahanan fisik dan mental tanpa mengenal pangkat.
BACA JUGA:Penyematan Brevet Kehormatan Penerbang kepada Tujuh Pati TNI AL
Peserta menjalani berbagai latihan ekstrem seperti renang malam, dayung perahu karet, hingga minim waktu istirahat. Mereka juga diuji dengan halang rintang, push up, pull up, serta tekanan mental dari instruktur.
Tahap berikutnya adalah pembinaan kelas selama 2,5 bulan dan praktik lapangan. Materi meliputi pengintaian pantai, demolisi, dan sabotase, dengan lokasi latihan di wilayah pesisir Gresik dan Situbondo.
Selanjutnya, peserta memasuki tahap pendidikan komando yang mencakup perang hutan, navigasi, survival, intelijen tempur, hingga pertempuran jarak dekat.

Gempur Rokok Ilegal -----
Setelah itu, calon pasukan katak mengikuti pendidikan terjun payung militer selama tiga minggu, termasuk latihan ground training dan praktik terjun siang maupun malam dengan perlengkapan tempur.
Tahap lanjutan meliputi sabotase, kontra sabotase, dan intelijen tempur, sebelum memasuki fase akhir yakni Underwater Demolition Team (UDT) yang menjadi ciri khas Kopaska.
Pada tahap ini, peserta dilatih kemampuan penyelaman, penjinakan ranjau, sabotase kapal, hingga operasi bawah air.
BACA JUGA:Dermaga Koarmada II Surabaya Berangkatkan 236 Pemudik dengan KRI Banda Aceh-593
Seluruh rangkaian pendidikan yang berlangsung hampir satu tahun tersebut ditutup dengan simulasi operasi amfibi dan demonstrasi kemampuan di hadapan pimpinan TNI AL.
Lulusan Kopaska berhak menyandang baret merah marun serta berbagai brevet keahlian, sebelum menjalani penugasan awal di satuan operasional.
Sumber:







