Rumuskan Arah Kebijakan 2027, Dindik Jatim Siapkan Blueprint Pendidikan Berbasis Digital dan Karakter
Dindik Jatim bersama pilar penting lainnya membahas arah kebijakan ke depan.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Mengawali langkah strategis menuju masa depan pendidikan yang lebih inklusif, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Dindik Jatim) menggelar Forum Perangkat Daerah Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027.
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, forum ini menjadi kawah candradimuka bagi para pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi pembangunan pendidikan di Jatim.
BACA JUGA:Respons Kebijakan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Dindik Jatim Siapkan SE Pembatasan Gawai

Mini Kidi Wipes.--
“Pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan ruang sinergi untuk menjawab tantangan zaman,” kata Aries, Selasa, 10 Maret 2026.
Fokus utama yang diusung meliputi penguatan kualitas pembelajaran, akselerasi transformasi digital, revitalisasi pendidikan vokasi, hingga pengembangan talenta dan pemerataan akses pendidikan di seluruh pelosok Jatim.
"Melalui penguatan kualitas pembelajaran, transformasi digital, pendidikan vokasi, pengembangan talenta, dan pemerataan akses, Pendidikan Jawa Timur bergerak menyiapkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing," tegas Aries.
Pembangunan pendidikan di Jatim disadari tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan fondasi yang kokoh melalui kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat. Hal ini menjadi kunci untuk memastikan setiap anak di Jawa Timur mendapatkan hak pendidikan yang berkualitas dan setara.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Prof Dr Warsono, menekankan bahwa kualitas pendidikan adalah hasil dari ekosistem yang saling mendukung. Menurutnya, ada beberapa elemen krusial yang harus berjalan beriringan.
BACA JUGA:Sulap Sampah Jadi Karya, Kreativitas Siswa SMA Pukau Kadindik Jatim

Gempur Rokok Ilegal.--
“Kualitas pendidikan terbangun melalui sinergi yang kuat antara guru yang kompeten, termotivasi, dan sejahtera, siswa yang memilik potensi, motivasi belajar, serta dukungan keluarga; kebijakan pemerintah yang berpihak pada kemajuan pendidikan, serta budaya sekolah yang positif sebagai fondasi pembelajaran yang berkualitas," ujar Prof Warsono.
Melalui perumusan Renja 2027 ini, Jatim berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membentuk karakter dan budaya positif bagi generasi mendatang.(bin)
Sumber:




