Bupati Jember Gunakan Safari Ramadan untuk Sosialisasi UHC dan Penguatan Satgas Stunting
Bupati Jember Muhammad Fawait bertemu kader Posyandu Sumberjeruk saat Safari Ramadan.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan kegiatan Safari Ramadan dengan menemui kader Posyandu di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat untuk sosialisasi program Universal Health Coverage serta penguatan Satgas stunting, Senin 9 Maret 2026.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung dari tingkat desa.

Mini Kidi Wipes.--
“Agenda Safari Ramadan ini esensinya tetap mengedepankan pelayanan. Bedanya hanya pada nuansa religinya. Kami hadir untuk mensosialisakan program strategis seperti Universal Health Coverage (UHC) Peta Cinta, sembari mendengarkan masukan dari para kader Posyandu,” ujar Muhammad Fawait.
Muhammad Fawait menjelaskan turun langsung ke lapangan merupakan langkah penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat menerima informasi program pemerintah.
BACA JUGA:IPM Jember Tembus 71,57, Bupati Gus Fawait Genjot Akselerasi Lewat Program MBG dan Satgas Kemiskinan
Menurutnya, literasi digital yang belum merata membuat informasi melalui media sosial tidak selalu sampai kepada warga di wilayah pedesaan.
“Masyarakat Jember ini heterogen; ada yang di kota, ada yang di desa. Tidak semua aktif di media sosial. Karena itu, pemerintah perlu hadir secara fisik, memasang alat peraga sosialisasi seperti banner, dan berkomunikasi tatap muka agar program pemerintah benar-benar dipahami,” jelasnya.
BACA JUGA:Bupati Jember Usulkan Flyover Mangli, Menteri PU Minta Empat Jalur
Selain itu, ia menepis anggapan bahwa pemasangan atribut sosialisasi program memiliki muatan politik menjelang Pilkada.
“Kalau untuk kepentingan politik, Pilkada itu masih jauh. Jika dipasang sekarang, orang bisa saja sudah lupa besok. Ini murni agar masyarakat tahu program kita,” tegasnya.
Muhammad Fawait menambahkan pertemuan tersebut juga difokuskan pada upaya menekan angka stunting serta menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Jember.

Gempur Rokok Ilegal.--
Pemerintah daerah telah membentuk satuan tugas khusus yang bekerja bersama kader Posyandu di lapangan.
Kader Posyandu diposisikan sebagai garda terdepan untuk mengidentifikasi ibu hamil berisiko tinggi dan anak yang terindikasi stunting.
Data dari kader tersebut akan menjadi dasar rujukan cepat ke fasilitas kesehatan.
“Nantinya, ibu hamil dan anak yang terindikasi stunting akan segera dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa oleh dokter spesialis obgyn maupun dokter anak. Dengan begitu, penanganan medis yang diberikan bisa lebih tepat dan cepat,” pungkasnya. (*/adv)
Sumber:




