DPRD Surabaya Dorong Penyaluran Zakat Harus Tepat Sasaran
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar,--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Potensi besar Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kota Pahlawan kini menjadi sorotan tajam dari legislatif. Di tengah upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengikis angka kemiskinan, pengelolaan dana umat tersebut dituntut lebih transparan dan tidak salah alamat.
DPRD Surabaya mendesak agar distribusi ZIS dikunci untuk warga lokal yang benar-benar membutuhkan.
BACA JUGA:Kunci Zakat Tepat Sasaran di Era Digital, Pakar Tekankan Urgensi Good Amil Governance
Mini Kidi Wipes.--
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar, menegaskan bahwa prinsip utama penyaluran dana sosial keagamaan ini harus selaras dengan visi pembangunan kota.
Menurutnya, dukungan legislatif terhadap komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam menghimpun dana umat sudah bulat. Namun, eksekusinya di lapangan wajib dipantau ketat.
"Pada prinsipnya, kami di DPRD mendukung penuh komitmen Wali Kota agar penghimpunan dana umat ini benar-benar kembali memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat Surabaya. Khususnya, mereka yang masuk kategori miskin dan rentan," ujar Ais Shafiyah, kepada Memorandum.
BACA JUGA:Update Fitur Dompet Digital 2026: Panduan Bayar Zakat Fitrah dan Zakat Mal Otomatis Tanpa Antre

Gempur Rokok Ilegal.--
Politisi muda dari Fraksi PKB ini menyoroti besarnya potensi zakat yang bersumber dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya.
Dengan jumlah ribuan pegawai, dana yang terkumpul melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Surabaya seharusnya mampu menjadi instrumen efektif untuk mengintervensi persoalan sosial, mulai dari stunting hingga putus sekolah.
BACA JUGA:Zakat Tembus Rp 18 Miliar, Wali Kota Eri Sebut Masjid Cheng Hoo Simbol Kebersamaan Surabaya
Ning Ais sapaan akrab politisi peremuan ini memastikan bahwa legislatif tidak akan tinggal diam dalam fungsi pengawasan.
"Potensi zakat dari ASN di lingkungan Pemkot Surabaya juga sangat besar. Saya akan terus memantau agar pengelolaan zakat melalui BAZNAS Surabaya dilakukan secara transparan dan profesional. Harus selaras dengan program pemkot dalam menurunkan angka kemiskinan," tegasnya.
Sumber:




