Awal 2026 Berat: Inflasi Jatim Tembus 4,88 Persen, Kunjungan Wisman Turun
Ilustrasi terkait inflasi Jawa Timur yang mencapai 4,88 Persen. Bahkan, biaya hunian dan jasa melonjak tajam. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Tekanan harga di Jawa Timur terus meningkat pada awal 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) pada Februari 2026 mencapai 4,88 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,07.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Herum Fajarwati, menjelaskan kenaikan harga terjadi di hampir seluruh kelompok pengeluaran masyarakat.
"Inflasi year-on-year (y-on-y) terjadi karena adanya kenaikan harga di hampir semua kelompok pengeluaran," ujar Herum, Kamis, 5 Maret 2026.
BACA JUGA:Dampak Perang AS-Israel vs Iran, BBM Langka hingga Inflasi Pangan

Mini Kidi Wipes.--
Secara wilayah, inflasi tertinggi tercatat di Sumenep sebesar 6,37 persen dengan IHK 115,44. Sementara inflasi terendah terjadi di Gresik sebesar 3,96 persen dengan IHK 108,65.
Kenaikan paling tajam terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang melonjak hingga 20,71 persen. Angka ini jauh melampaui inflasi umum dan dinilai menjadi tekanan serius bagi pengeluaran rumah tangga.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga meningkat signifikan sebesar 18,59 persen. Sementara kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat naik 3,84 persen.
Herum menambahkan beberapa kelompok lain juga mengalami kenaikan harga, di antaranya kesehatan sebesar 2,20 persen, pendidikan 1,88 persen, transportasi 0,87 persen, restoran 1,35 persen, serta rekreasi dan budaya 0,89 persen. Hanya kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,28 persen.
"Kondisi ini menjadi sinyal peringatan. Jika lonjakan pada sektor perumahan dan jasa tidak segera dikendalikan, daya beli masyarakat berpotensi semakin tertekan," ungkapnya.
Di sisi lain, sektor pariwisata Jawa Timur juga mencatat perlambatan pada awal tahun ini. Data BPS menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Juanda pada Januari 2026 mencapai 20.548 kunjungan.
BACA JUGA:Gerak Cepat Tekan Inflasi, Khofifah Berangkatkan Truk EPIK Mobile Sasar 15 Daerah di Jatim
Angka tersebut menurun dibandingkan Desember 2025 dan juga lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sumber:




