Ajang Bukber Sering Bikin Minder? Psikolog UMM Ungkap Cara Hadapi Social Comparison Saat Reuni
Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Atika Permata Sari, S.Psi., M.Psi.--
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Buka bersama (bukber) yang semestinya menjadi ruang hangat untuk menyambung silaturahmi, tak jarang berubah menjadi arena perbandingan sosial. Obrolan seputar karier, bisnis, studi, hingga status pernikahan sering kali membuat sebagian orang merasa minder dan mempertanyakan posisi hidup mereka sendiri.
Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Atika Permata Sari, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa rasa rendah diri tersebut bukan muncul karena acara bukbernya, melainkan karena pertemuan dengan teman yang memiliki progres kehidupan berbeda. Hal ini memicu upward social comparison, yaitu kondisi saat seseorang membandingkan diri dengan orang lain yang dianggap lebih unggul.
BACA JUGA:Satu Porsinya di Bawah Rp 30 Ribu, Ini 2 Kafe Murah dan Instagramable untuk Bukber di Jombang

Mini Kidi Wipes.--
“Saat kita melihat ada teman yang lebih sukses, secara tidak sadar kita membandingkan diri kita. Responnya bisa berupa perasaan iri, cemas, hingga minder,” terang Atika, Kamis 5 Maret 2026.
Menurut Atika, dorongan perbandingan ini terasa lebih kuat saat bertemu teman lama, seperti rekan SMA atau kuliah. Adanya sejarah dan titik awal yang sama membuat perbandingan terasa lebih relevan dan personal. Seseorang cenderung merasa posisi hidupnya seharusnya tidak jauh berbeda dengan teman seangkatannya.
BACA JUGA:Bukber Hemat di Surabaya, Ini Daftar Paket di Bawah Rp 50 Ribu
Padahal, Atika menegaskan bahwa setiap individu memiliki ritme perkembangan yang unik. "Meskipun perasaan minder itu normal, kita harus mampu memaknainya secara proporsional. Membandingkan diri dengan yang lebih sukses sebenarnya bisa menjadi motivasi, asalkan tidak menjatuhkan harga diri," jelasnya.
Atika juga menyoroti peran media sosial yang sering memperburuk kondisi ini. Konten yang ditampilkan di media sosial hanyalah potongan kecil kesuksesan yang tidak merepresentasikan realitas secara utuh. Terlalu sering mengamati kehidupan orang lain secara dangkal terbukti dapat menurunkan self-esteem seseorang.

Gempur Rokok Illegal--
Untuk tetap percaya diri saat bukber, Atika menyarankan agar individu mulai fokus pada pengembangan diri sendiri. Salah satu langkah konkret yang bisa dilakukan adalah membiasakan diri menuliskan perkembangan pribadi yang telah dicapai, sekecil apa pun itu.
“Penting untuk menyadari bahwa setiap orang bertumbuh dengan waktu dan ritme yang berbeda. Jangan biarkan standar orang lain merusak kebahagiaan silaturahmi Anda,” pungkasnya.(edr)
Sumber:




