selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

JSC Dinsos Jatim Berikan Pendampingan Medis Balita Asal Lumajang

JSC Dinsos Jatim Berikan Pendampingan Medis Balita Asal Lumajang

Tim JSC mendampingi penanganan medis balita asal Lumajang.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Jatim Social Care Tim Respon Kasus Dinas Sosial Jawa Timur bergerak cepat menindaklanjuti informasi viral di media sosial terkait balita asal Kabupaten Lumajang yang mengalami gangguan kronis pada bagian mata.

Balita berinisial AR (2) tersebut dilaporkan mengalami pembesaran pada mata kiri sejak kurang lebih dua bulan terakhir. Kondisi itu membuat keluarga khawatir dan membutuhkan pemeriksaan serta penanganan medis lanjutan.


Mini Kidi Wipes.--

Saat ini AR tinggal bersama ibunya. Status pernikahan orang tuanya siri, sementara ayahnya bekerja di luar daerah. Untuk jaminan kesehatan, keluarga tercatat sebagai peserta BPJS aktif.

Permasalahan utama yang dihadapi keluarga adalah keterbatasan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta pembiayaan pendukung selama proses pemeriksaan dan perawatan.

BACA JUGA:Dinsos Jatim Fasilitasi Pemulangan Lansia Terlantar Asal Ngawi dari Palopo

Tim JSC Dinsos Jatim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor CSR. Berdasarkan komunikasi dengan Yayasan Nurul Hayat, disepakati bahwa kebutuhan dan biaya perawatan akan didukung melalui skema BPJS serta bantuan dari yayasan tersebut.

JSC Tim Respon Kasus, Nursoleh, menegaskan komitmen pihaknya untuk memastikan anak tersebut mendapatkan penanganan optimal.

BACA JUGA:Sakit Kronis dan Hidup Sebatang Kara, Eks Imam Mushola di Tambakasri Dievakuasi Tim JSC Dinsos Jatim

“Begitu mendapatkan informasi, kami langsung melakukan penelusuran dan pendampingan di rumah sakit. Prinsip kami adalah tanggap, cepat, dan tuntas. Kami pastikan anak ini mendapatkan akses layanan kesehatan dan dukungan yang dibutuhkan,” ujarnya.


Gempur Rokok Illegal--

Ia menambahkan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan kasus sosial yang membutuhkan intervensi segera.

“Sinergi antara pemerintah, rumah sakit, dan lembaga sosial seperti Yayasan Nurul Hayat sangat penting agar penanganan berjalan maksimal dan keluarga tidak merasa sendiri,” imbuhnya. (yat)

Sumber: