Langkah Cepat Babinsa dan Warga Tutup Irigasi Jebol di Selokgondang Lumajuang
Serma Imam Khudori Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono bersama warga menutup tangkis irigasi jebol di Dusun Krajan Kidul Desa Selokgondang Lumajang.--
LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serma Imam Khudori, bersama warga melaksanakan penutupan tangkis irigasi yang jebol di Dusun Krajan Kidul RT 029 RW 009 Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Selasa 3 Maret 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya kerusakan saluran irigasi yang berpotensi mengganggu distribusi air ke lahan persawahan warga. Dengan gotong royong, Babinsa dan masyarakat menutup bagian tangkis yang jebol menggunakan material seadanya agar aliran air kembali stabil.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Selokgondang H Masturi dan Ketua Kelompok Tani Rukun Makmur 3 H Purnomo yang memantau langsung proses perbaikan darurat.
BACA JUGA:Hari Jadi Reserse Polri Ke-78, Polres Lumajang Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Lahar Semeru
Serma Imam Khudori menyampaikan keterlibatannya merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat, khususnya petani yang bergantung pada kelancaran irigasi.
“Kami hadir untuk membantu dan memastikan saluran irigasi kembali berfungsi sehingga kebutuhan air untuk sawah warga tetap tercukupi. Ini bagian dari komitmen kami mendukung ketahanan pangan di wilayah binaan,” ujarnya.
BACA JUGA:Kodim 0821 Lumajang Cek Pengungsian Dataran Tinggi untuk Pastikan Keamanan Warga Semeru
Kepala Desa H Masturi mengapresiasi respons cepat Babinsa yang dinilai selalu sigap membantu masyarakat dalam berbagai persoalan di desa.
Ketua Poktan Rukun Makmur 3 H Purnomo menambahkan, apabila tangkis irigasi tidak segera ditangani, pasokan air ke sawah bisa terganggu dan berdampak pada pertumbuhan tanaman padi.

Gempur Rokok Illegal--
Melalui perbaikan darurat tersebut, diharapkan aliran irigasi kembali normal sehingga petani dapat menjalankan aktivitas pertanian dengan tenang. Sinergi Babinsa, pemerintah desa, dan kelompok tani diharapkan terus terjaga dalam mendukung ketahanan pangan wilayah. (ags)
Sumber:




