selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Tiga Hari Pencarian, Balita Ditemukan Tewas Dalam Kolam Eceng Gondok Desa Maesan Kediri

Tiga Hari Pencarian, Balita Ditemukan Tewas Dalam Kolam Eceng Gondok Desa Maesan Kediri

Petugas dan warga mengevakuasi jenazah balita dari kolam eceng gondok.--

KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Balita inisial  MSH (5), ditemukan meninggal dunia di kolam eceng gondok Desa Maesan setelah dilaporkan hilang dan dilakukan pencarian selama tiga hari oleh warga dan aparat, Sabtu 28 Februari 2026.


Mini Kidi Wipes.--

Korban yang merupakan bocah laki-laki warga Dusun Pelem, Desa Maesan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ini sebelumnya dilaporkan hilang dan membuat geger warga setempat.

Korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di bekas kolam ikan yang sudah tidak terpakai dengan kedalaman sekitar tiga meter dan dipenuhi tanaman eceng gondok di Dusun Pelem RT 01 RW 03 Desa Maesan.

Kapolsek Mojo Polres Kediri Kota, Iptu Mahmud Satriawan, S.H., menjelaskan pencarian dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama aparat kepolisian dan unsur terkait dengan menyisir sejumlah titik yang dicurigai.

BACA JUGA:Indahnya Kebersamaan, Polres Kediri Kota Bersama PMII Berbagi Takjil di Depan Mapolres

“Pencarian hari ketiga difokuskan di area bekas kolam ikan yang tertutup tanaman eceng gondok. Warga membersihkan tanaman tersebut dari daratan dengan cara ditarik menggunakan alat sederhana,” ujarnya.

Saat proses pembersihan hampir mencapai bagian tengah kolam, warga melihat tubuh korban mengapung dalam posisi tengkurap.

BACA JUGA:Kapolres Kediri Kota Audiensi dengan Mahasiswa, Tegaskan Terbuka pada Kritik dan Reformasi

Korban ditemukan mengenakan kaos warna cokelat dan celana pendek merah tanpa alas kaki, dengan sebagian tubuh terlilit akar eceng gondok yang tumbuh lebat di kolam.

Warga kemudian mengevakuasi korban ke daratan sebelum petugas kepolisian melakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.


Gempur Rokok Illegal--

Tim Inafis Polres Kediri Kota bersama petugas kesehatan yang turun ke lokasi melakukan identifikasi dan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak terdapat luka akibat benda tajam maupun benda tumpul yang mengarah pada tindakan penganiayaan,” jelas Kapolsek Mojo.

BACA JUGA:Gerak Karomah Polres Kediri Kota, Perkuat Keimanan dan Integritas Personel Lewat Pembinaan Rohani

Menurutnya, indikasi medis menunjukkan korban meninggal beberapa hari sebelum ditemukan sehingga jenazah telah memasuki fase pembusukan.

Selain itu, kondisi kuku korban yang membiru serta keluarnya kotoran dari anus menjadi indikator yang lazim ditemukan pada korban meninggal akibat tenggelam.

“Dari hasil identifikasi pakaian dan ciri-ciri fisik, dapat dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang,” tambahnya.

BACA JUGA:Polres Kediri Kota Terima Silaturahmi Pipjatbang, Bahas Pembinaan Spiritual Generasi Muda

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara warga yang sejak awal membantu pencarian turut mengantarkan korban ke rumah duka.

Kapolsek Mojo menegaskan seluruh rangkaian penanganan berjalan aman dan kondusif berkat kerja sama masyarakat.

BACA JUGA:Subditkamsel Ditlantas Polda Jatim dan Satlantas Polres Kediri Kota Berbagi Takjil Ramadan

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah membantu proses pencarian hingga korban ditemukan. Situasi selama kegiatan berlangsung aman dan kondusif,” ujarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya seperti kolam terbuka dan area perairan tanpa pengamanan. (nug/fai)

Sumber: