SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Maraknya aksi bullying atau perundungan yang melibatkan anak-anak menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dalam penanganannya, polisi tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada penyelamatan masa depan korban, Senin 23 Februari 2026.
Direktur Reserse PPA-PPO Polda Jatim, Kombespol Ganis Setyaningrum, menegaskan penegakan hukum harus berpihak pada korban dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Menurutnya, proses hukum tidak berhenti pada penindakan pelaku.

Gempur Rokok Illegal--
Namun, juga memastikan hak-hak korban terpenuhi, termasuk perlindungan, pemulihan, serta dukungan sosial.
“Bukan hanya soal hukum, tapi juga kemanusiaan. Kami berkomitmen memberi keadilan dan memastikan korban kembali ke lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang,” ujarnya.BACA JUGA:Ditres PPA-PPO Polda Jatim Tasyakuran Gedung Baru, Tegaskan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak
Ganis menjelaskan, penanganan kasus yang melibatkan anak memiliki tantangan besar, terutama dalam proses pemulihan korban yang kerap mengalami trauma berat. Karena itu, langkah hukum harus dibarengi pemulihan fisik dan psikologis.
Ganis menilai aksi perundungan kini semakin memprihatinkan, baik di lingkungan sekolah, pergaulan, maupun media sosial. Tindakan tersebut bukan sekadar candaan, melainkan bentuk kekerasan yang dapat menimbulkan trauma jangka panjang.

Mini Kidi Wipes.--
“Bullying dalam bentuk fisik, verbal, maupun digital (cyberbullying) adalah pelanggaran terhadap hak anak dan dapat berimplikasi hukum. Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak,” tegasnya.
Ganis juga mengajak masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan pada anak, termasuk perundungan di lingkungan sekitar. Keterlibatan aktif masyarakat dinilai penting untuk mencegah kejahatan terhadap anak.
BACA JUGA:Direktur PPA-PPO Polda Jatim: Penyelamatan Korban Jadi Prioritas
Menurutnya, benteng utama perlindungan anak terletak pada keluarga dan lingkungan melalui pola asuh serta pola didik yang tepat.
“Benteng utama perlindungan anak adalah keluarga dan lingkungan. Pola asuh dan pola didik itu paling penting,” pungkasnya. (fdn)