selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Lawan Data Semu, Bupati Jember Berhasil Amankan Anggaran Pusat untuk 1.532 Sekolah

Lawan Data Semu, Bupati Jember Berhasil Amankan Anggaran Pusat untuk 1.532 Sekolah

Bupati Jember, Muhammad Fawait didampingi Neng Gita.(Dok Diskominfo)--

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Memulai masa kepemimpinan dengan tumpukan persoalan klasik bukan perkara mudah bagi Bupati Jember, Muhammad Fawait. Ia tidak hanya mewarisi "utang pahit" rumah sakit daerah sebesar Rp214 miliar dan krisis oksigen yang kritis, namun juga menghadapi kenyataan pahit di sektor pendidikan: sebanyak 1.532 gedung sekolah di Kabupaten Jember tercatat rusak berat.

​Angka ribuan tersebut bahkan belum mencakup kategori rusak sedang dan ringan yang tersebar di berbagai kecamatan. Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan ini disinyalir telah berlangsung lama dan menjadi penghambat utama layanan pendidikan di Jember.

BACA JUGA:Satu Tahun Kepemimpinan: Saat Gus Fawait Memilih Nyawa Rakyat Ketimbang Mobil Dinas Baru


Mini Kidi Wipes.--

​"Bagaimana kita bisa bicara kualitas pendidikan kalau ruang kelasnya bocor dan dindingnya retak?" ujar Bupati yang akrab disapa Gus Fawait saat diwawancarai, Kamis 19 Februari 2026.

​Selama bertahun-tahun, data kerusakan sekolah di Jember diduga tidak dilaporkan secara akurat ke sistem pendataan nasional. Dampaknya fatal: alokasi bantuan rehabilitasi dari pemerintah pusat sangat minim karena Jember dianggap "baik-baik saja" di atas kertas. Akibatnya, banyak sekolah terpaksa melakukan perbaikan swadaya demi menjaga kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

BACA JUGA:Layanan Publik Jember Raih Predikat Tertinggi Ombudsman, Gus Fawait Perluas Akses hingga Desa

​"Ternyata akar masalahnya ada pada data Dapodik yang tidak diperbarui. Pusat mengira semua baik-baik saja, padahal realitanya memprihatinkan," tegasnya.

​Menyikapi hal itu, Gus Fawait mengambil langkah berani dengan memerintahkan verifikasi ulang data kerusakan sekolah secara terbuka. Meski langkah ini berisiko menurunkan status akreditasi sekolah, ia tetap bergeming. Baginya, kejujuran data adalah kunci untuk mendapatkan dukungan anggaran yang nyata dari pemerintah pusat.


Gempur Rokok Illegal--

​"Saya lebih memilih transparansi daripada mempertahankan citra semu yang justru merugikan anak-anak kita," ulasnya.

​Langkah transparan ini mulai membuahkan hasil pada tahun 2025. Jember memperoleh alokasi anggaran rehabilitasi sekolah yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ratusan sekolah kini mulai bersolek melalui bantuan perbaikan dengan nilai mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, fokus pada perbaikan ruang kelas, atap, sanitasi, hingga fasilitas penunjang lainnya.

​"Ini bukan sekadar soal angka, ini soal masa depan generasi Jember," imbuh Politisi Partai Gerindra tersebut.

BACA JUGA:Jember Masuk 10 Besar Nasional Ombudsman, Komitmen Gus Fawait Perkuat Pelayanan Publik

Sumber:

Berita Terkait