3.269 SPPG Terbangun di Jatim, Pemprov Kebut Pemerataan MBG Hingga Kepulauan
Zulkifli Hasan dan Dadan Hindayana hadiri rakor percepatan SPPG di Setda Jatim.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat 3.269 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi telah operasional dan menggeber pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga wilayah terpencil serta kepulauan, Kamis 19 Februari 2026.

-kidi---
Rapat koordinasi digelar di Kantor Setda Jatim, Jalan Pahlawan, Kecamatan Bubutan, dengan menghadirkan para bupati dan wali kota se-Jatim bersama jajaran kementerian serta Badan Gizi Nasional guna memastikan program berjalan cepat, merata, dan berkualitas.
Hadir dalam koordinasi tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
BACA JUGA:Program MBG Berlanjut di Bulan Ramadan, Kadindik Jatim Usul Gunakan Kemasan
Wakil Gubernur Emil menyebut hingga kini terdapat 3.269 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang melayani sekitar 8,39 juta penerima manfaat, mulai peserta didik, santri, balita, hingga anak usia sekolah yang putus sekolah.
"Capaian operasional kita cukup tinggi, bahkan indikator SLHS kita di atas rata-rata nasional. Tapi yang paling penting sekarang adalah menjaga kualitas," kata Emil, Kamis 19 Februari 2026.
Pemprov Jatim juga memprioritaskan pembangunan 31 SPPG di wilayah terpencil dan kepulauan. Dari jumlah tersebut, 12 unit telah selesai dibangun. Khusus di Kabupaten Sumenep, pembangunan menyasar 21 SPPG di wilayah kepulauan dengan hampir separuhnya telah rampung.
BACA JUGA:Korban Keracunan MBG di Mojokerto Pulih, Wagub Emil: Operasional SPPG Ditangguhkan
Berbeda dengan wilayah aglomerasi yang rata-rata melayani 2.500–3.000 penerima manfaat per unit, SPPG di daerah 3T tidak dibatasi kuota minimal dengan mempertimbangkan akses dan jarak tempuh, terutama di wilayah kepulauan.
"Tidak ada batas minimal. Semua anak harus terjangkau, termasuk balita dan anak putus sekolah," tegas Emil.

Gempur--
Meski capaian Jawa Timur tergolong tinggi, masih terdapat daerah dengan persentase SPPG rendah yang perlu digenjot, yakni Surabaya, Pasuruan, dan Sidoarjo. Di sisi lain, Kabupaten Bojonegoro mencatat 132 SPPG.
Beberapa daerah lain seperti Kota Batu, Kota Blitar, Kediri, Magetan, Pamekasan, Probolinggo, dan Tulungagung juga terus memperluas operasional. (Ain)
Sumber:







