Harga Cabai Tak Stabil Jelang Ramadan, Pedagang Surabaya Tetap Optimistis
Pedagang cabai di Pasar Genteng Surabaya tetap optimistis meski harga cabai naik turun.-Lailatul Nur Aini-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang bulan suci Ramadan 2026 yang bertepatan dengan perayaan Imlek, harga cabai di Surabaya mengalami fluktuasi, namun pedagang tetap optimistis melayani pembeli, Selasa, 17 Februari 2026.
BACA JUGA:Jelang Ramadan, Harga Sembako di Surabaya Relatif Stabil, Cabai Rawit Melonjak
Berdasarkan data Siskaperbapo Jawa Timur, harga cabai merah keriting naik dari Rp36.666 menjadi Rp37.166 per kilogram, atau naik Rp500 (1,36 persen) dibandingkan Senin 16 Februari 2026, dipengaruhi permintaan tinggi dan pasokan terbatas.

Mini Kidi--
Sementara cabai merah besar turun dari Rp31.333 menjadi Rp29.666 per kilogram, penurunan Rp1.667 (5,32 persen) menunjukkan pasokan relatif stabil. Cabai rawit merah tercatat Rp85.166 per kilogram, turun sekitar 1,83 persen dari sebelumnya Rp86.750 per kilogram, meski harga masih tinggi bagi sebagian masyarakat.
Pantauan di Pasar Genteng, Surabaya, harga cabai rawit merah masih menembus Rp100 ribu per kilogram. Khofifah, pedagang asal Madura, mengatakan harga cabai dalam sepekan terakhir cenderung naik turun, namun penurunan hanya sedikit.
BACA JUGA:Antisipasi Lonjakan Harga Akhir Tahun, Pemkot Surabaya Ajak Warga Budidaya Cabai dan Bawang
"Sudah semingguan ini harganya naik turun, tapi kalau turunnya tidak banyak, cuma seribu dua ribu saja," ujar Khofifah saat ditemui. Ia menambahkan minat beli masyarakat tetap tinggi, meski pola belanja mulai berubah, banyak yang membeli sedikit-sedikit.
"Masih banyak yang beli, tapi belinya sedikit-sedikit, cuma seons atau seperempat. Tapi justru saya senang karena makin banyak yang beli. Alhamdulillah, untung juga lumayan," pungkasnya.
Pergerakan harga cabai di Jawa Timur saat ini bersifat fluktuatif, kenaikan cabai merah keriting diimbangi penurunan cabai merah besar dan cabai rawit merah, menunjukkan masyarakat menyesuaikan belanja dengan kemampuan ekonomi tanpa mengurangi konsumsi cabai. (ain)
Sumber:



