Twenty-Five Twenty-One: Pelajaran tentang Mimpi, Cinta Pertama, dan Keberanian Tumbuh di Tengah Krisis
-Ilustrasi: instagram twentyfivetwentyone_galery-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Drama Korea Dua Puluh Lima Dua Puluh Satu (2521) bukan sekadar kisah romansa remaja berlatar krisis ekonomi.
Serial yang tayang pada tahun 2022 ini menghadirkan potret masa muda yang rapuh sekaligus tentang mimpi yang hampir runtuh, cinta yang tak selalu menetap, serta persahabatan yang menjadi penopang di masa sulit.

Mini Kidi--
Berlatar krisis IMF 1998 di Korea Selatan, cerita berpusat pada Na Hee-do (Kim Tae-ri), siswi SMA berbakat dalam olahraga yang harus menerima kenyataan tim sekolahnya dibubarkan akibat krisis.
Pada saat yang sama, Baek Yi-jin (Nam Joo-hyuk) mengalami keterpurukan setelah keluarganya bangkrut. Dari anak keluarga kaya, ia berubah menjadi pemuda yang harus bekerja keras demi bertahan hidup.
BACA JUGA:Hanya 60 Detik ke Seoul, Archipelago Hadirkan Sensasi Street Food Korea di Seluruh Indonesia
Pertemuan mereka terjadi di masa ketika impian terasa begitu jauh. Namun justru dari situ, hubungan keduanya tumbuh bukan hanya sebagai pasangan, tetapi sebagai penyemangat satu sama lain untuk bangkit.
Refleksi Hidup dari Drama Twenty-Five Twenty-One:
1. Mengajarkan Arti Mimpi yang Tidak Mudah Padam
Salah satu pelajaran paling kuat dari Twenty-Five Twenty-One adalah tentang kegigihan. Na Hee-do menolak menyerah meskipun fasilitas dan dukungan terenggut akibat krisis. Ia pindah sekolah demi tetap bisa berlatih dan membuktikan bahwa mimpi bukanlah sesuatu yang mudah dipatahkan oleh keadaan.
Drama ini mengingatkan bahwa situasi ekonomi, keluarga, atau lingkungan memang bisa berubah drastis. Namun keberanian untuk tetap melangkah sering kali menjadi pembeda antara menyerah dan bertahan.
BACA JUGA:Quest Hotel Darmo Surabaya Hadirkan Sensasi Street Food Korea Lewat Program 60 Seconds to Seoul
2. Cinta Pertama Tidak Selalu Berakhir Selamanya
Sumber:




