Rudenim Surabaya Perkuat Sinergi Tangani Deteni dan Pengungsi di Jatim
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jatim, Novianto Sulastono saat menghadiri Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi Wilayah Jawa Timur.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Pasuruan menggelar Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi Wilayah Jawa Timur di Hotel Harris Surabaya, pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jatim, Novianto Sulastono, bersama perwakilan kepolisian, Kodam, BIN, Bakesbangpol, TNI, dan instansi terkait lainnya.
BACA JUGA:PMI Jember Bahas Isu Sensitif hingga Bilik Asmara di Posko Pengungsian

Mini Kidi--
Novian menjelaskan, deteni merupakan warga negara asing (WNA) yang melanggar aturan keimigrasian dan ditempatkan sementara sebelum dipulangkan ke negara asal. Menurutnya, penanganan deteni dan pengungsi harus dilakukan secara bersama.
"Tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Perlu sinergi lintas instansi," ujar Novian, Selasa, 10 Februari 2026.
BACA JUGA:Kodim 0821 Lumajang Cek Pengungsian Dataran Tinggi untuk Pastikan Keamanan Warga Semeru
Selaras itu, Kepala Rudenim Surabaya, Rubiyanto Sugesi, menambahkan bahwa forum ini berfungsi untuk memperkuat pendataan, pertukaran informasi, dan pengawasan.
Saat ini, terdapat 33 deteni dan sekitar 345 pengungsi di wilayah kerja Rudenim Surabaya. Mereka berasal dari berbagai negara, seperti Afghanistan dan Myanmar.
Rubiyanto mengakui, pengawasan masih perlu ditingkatkan. Melalui forum ini, pihaknya berharap penanganan deteni dan pengungsi bisa lebih humanis, transparan, dan akuntabel.
BACA JUGA:PPT PPA Lumajang Dorong Pendampingan Khusus di Pengungsian Semeru, Prioritaskan Kelompok Rentan
"Beberapa pengungsi masih menunggu proses pemulangan karena keterbatasan pendanaan dan dukungan negara donor," pungkasnya.
Ke depan, Ditjen Imigrasi menargetkan pembentukan forum serupa di daerah lain, menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia.(Ain)
Sumber:




