Pencarian Hari Ke-2 Nelayan Hilang di Pantai Balekambang, Basarnas Terjunkan 40 Personel SAR Gabungan

Pencarian Hari Ke-2 Nelayan Hilang di Pantai Balekambang, Basarnas Terjunkan 40 Personel SAR Gabungan

Tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai dan perairan Balekambang guna mencari keberadaan Lian Anton yang hilang terseret arus. --

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Operasi pencarian terhadap Lian Anton (27), warga Dusun Krajan, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, memasuki hari kedua, Senin 2 Februari 2026. Korban dilaporkan hilang saat mencari ikan di sekitar perairan Pantai Balekambang pada Minggu 1 Februari 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Guna mempercepat proses penemuan korban, Basarnas menerjunkan sedikitnya 40 personel SAR gabungan. Koordinator Pencarian dari Basarnas, Aviv Hamdani, menjelaskan bahwa puluhan personel tersebut dibagi ke dalam empat Satuan Regu (SRU) dengan pembagian tugas yang spesifik sesuai Standard Operasional Procedure (SOP).

BACA JUGA:Terjang Gelombang Tinggi, Nelayan Srigonco Hilang Misterius di Perairan Pantai Balekambang


Mini Kidi--

"Pencarian hari kedua ini melibatkan 40 personel gabungan yang terbagi menjadi 4 SRU. Dua regu melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan perahu karet, sementara dua regu lainnya melakukan penyisiran darat ke arah barat dan timur sejauh 2 kilometer," terang Aviv Hamdani.

Selain penyisiran fisik, tim juga melakukan pemantauan statis di sekitar lokasi kejadian serta titik-titik yang dicurigai sebagai lokasi tersangkutnya korban. Aviv menambahkan, jika hingga sore hari hasil masih nihil, tim akan menghentikan aktivitas sementara pada pukul 14.00 WIB untuk melakukan evaluasi teknis.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Bikin Nelayan Situbondo Beralih Profesi dan Gadaikan Barang Rumah Tangga

"Sesuai prosedur, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari ke depan. Jika memang tidak ditemukan setelah kurun waktu tersebut, operasi akan ditutup sesuai kesepakatan koordinasi," tambahnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas ini bermula saat korban mencari ikan dengan cara menyelam sendirian di area palungan. Meski ada beberapa nelayan lain di lokasi yang sama, jarak mereka cukup berjauhan. Saat menyelam, korban sempat berteriak meminta tolong sebelum akhirnya hilang terseret arus laut yang kuat sebelum bantuan sempat menjangkaunya.(kid)

Sumber: