HPN 2026

Terjang Gelombang Tinggi, Nelayan Srigonco Hilang Misterius di Perairan Pantai Balekambang

Terjang Gelombang Tinggi, Nelayan Srigonco Hilang Misterius di Perairan Pantai Balekambang

Petugas gabungan dari Satpolair, SAR, dan relawan saat bersiaga di bibir Pantai Balekambang guna melakukan koordinasi pencarian Yulian Anton, nelayan yang dilaporkan hilang setelah perahunya diduga terbalik dihantam gelombang tinggi.--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah pesisir selatan Kabupaten Malang. Seorang nelayan bernama Yulian Anton (27), warga Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, dikabarkan hilang saat melaut di sekitar perairan Pantai Balekambang pada Minggu 1 Februari 2026.

Insiden tersebut bermula saat korban berangkat mencari ikan menggunakan perahu seorang diri. Berdasarkan informasi awal, korban melaut tanpa dilengkapi alat keselamatan yang memadai seperti pelampung (life jacket). Mengingat kondisi cuaca yang ekstrem dengan gelombang tinggi, perahu korban diduga tidak kuat menahan terjangan ombak hingga akhirnya terbalik.

BACA JUGA:Nelayan Pasuruan Diimbau Tak Melaut saat Ombak Tinggi


Mini Kidi--

Kasatpolair Polres Malang, AKP Yoyok Supandi, membenarkan adanya laporan kecelakaan air tersebut. Pihaknya langsung bergerak cepat melakukan pendataan dan memulai upaya pencarian di titik koordinat yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban.

"Kami telah menerima informasi adanya laka air. Saat ini tim masih melakukan upaya pendataan saksi-saksi dan memulai proses pencarian," terang AKP Yoyok Supandi, Minggu 1 Februari 2026.

BACA JUGA:Tragedi Pantai Modangan, Dua Warga Surabaya Tewas Terseret Ombak, Satu Hilang

Sejauh ini, petugas telah meminta keterangan dari saksi bernama Yudik. Namun, kronologi pasti kejadian serta jenis perahu yang digunakan korban masih dalam pendalaman karena saksi tidak melihat langsung detik-detik kejadian. Di sekitar lokasi, petugas hanya menemukan barang-barang yang diduga milik korban.

"Di lokasi ditemukan sepatu dan rojong (alat penangkap ikan), namun apakah itu milik korban atau milik orang lain, masih kami pastikan lagi," tambah Yoyok.

Hingga berita ini diunggah, tim gabungan dari Satpolair Polres Malang, Basarnas, potensi SAR, serta dibantu nelayan setempat masih terus menyisir area perairan Pantai Balekambang. Petugas mengimbau kepada para nelayan untuk lebih waspada dan selalu menggunakan alat keselamatan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca buruk seperti sekarang. (kid)

Sumber: