Elena Rybakina Juara Australian Open Usai Taklukkan Aryna Sabalenka

Elena Rybakina Juara Australian Open Usai Taklukkan Aryna Sabalenka

Elena Rybakina juara setelah mengalahkan Sabalenka di partai final Australian Open 2026.-IG:australiaopen.-

MEMORANDUM.DISWAY.ID-Elena Rybakina memastikan diri sebagai juara Australian Open setelah menampilkan kebangkitan luar biasa di partai final, Sabtu.

Petenis unggulan kelima dunia itu mengalahkan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka dengan skor 6-4, 4-6, 6-4 dalam laga sengit di Rod Laver Arena.

Setelah kedua pemain saling berbagi kemenangan di dua set awal, Sabalenka tampak berada di atas angin pada set penentuan. Ia berhasil mematahkan servis Rybakina untuk kedua kalinya dan melesat unggul 3-0, memberi tekanan besar kepada lawannya.

Namun, Rybakina menunjukkan mental juara. Petenis kelahiran Rusia yang mewakili Kazakhstan tersebut merespons dengan gemilang lewat lima gim beruntun untuk membalikkan keadaan.

Ia kemudian menutup pertandingan dengan servis ace, sekaligus mengamankan gelar Grand Slam keduanya dan membalas kekalahan dari Sabalenka di final Australian Open 2023 serta Wimbledon 2021.

BACA JUGA:Chelsea Bangkit Dramatis, Tumbangkan West Ham 3-2 di Stamford Bridge


Mini Kidi--

Usai poin kemenangan, kedua petenis saling berpelukan di depan net. Rybakina merayakan keberhasilannya dengan mengangkat tangan ke arah tribun yang bergemuruh, menikmati momen puncak dalam kariernya.

“Sungguh luar biasa bisa mengangkat trofi ini,” ujar Rybakina seperti dilansir ESPN.

“Saya tahu hari ini saya harus berani mengambil risiko, bermain agresif, dan tidak menunggu kesalahan lawan. Saat tertinggal di set ketiga, saya berusaha tetap tenang, fokus pada setiap poin, dan itu berhasil.”

Final berdurasi 2 jam 18 menit tersebut berlangsung sangat ketat. Kedua pemain sama-sama mengoleksi 92 poin, menegaskan betapa tipisnya perbedaan performa di antara mereka. Namun, pada momen-momen krusial, Rybakina tampil lebih efektif.

Ia memenangkan 64 persen poin saat skor kritis 30-30 atau deuce, serta 75 persen poin ketika menghadapi break point.

Di set ketiga, Rybakina mencatatkan tingkat keberhasilan pengembalian servis hingga 72 persen, unggul jauh dibanding Sabalenka yang hanya mencapai 59 persen.

Keberhasilan Rybakina juga ditopang kemampuannya mengimbangi agresivitas dan kekuatan Sabalenka dengan permainan berani dan pukulan keras. Sejak awal pertandingan, ia sudah menunjukkan niat menyerang dengan mematahkan servis pertama Sabalenka melalui strategi berisiko tinggi.

Pendekatan tersebut membawanya melewati duel intens dan mengantarkannya meraih Piala Memorial Daphne Akhurst, yang diserahkan langsung oleh mantan juara Australian Open, Jennifer Capriati.

“Saya bermain cukup baik, tetapi tidak mampu menahan agresivitasnya hari ini,” ujar Sabalenka. “Mungkin saya seharusnya lebih menekan lewat servis, tetapi dia tampil luar biasa. Hari ini, dia memang pemain yang lebih baik.”

Gelar Australian Open ini menjadi puncak kebangkitan Rybakina. Ia dipastikan naik ke peringkat tiga dunia dalam rilis terbaru peringkat WTA. Petenis berusia 26 tahun itu sebelumnya menutup musim lalu dengan penampilan impresif, termasuk menjuarai WTA Finals di Riyadh.

Sejak Wimbledon tahun lalu, Rybakina mencatatkan rekor terbaik di tur dengan 37 kemenangan dan enam kekalahan.

Kemenangannya atas Sabalenka juga memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya melawan petenis 10 besar menjadi 10 laga, pencapaian terbaik sepanjang kariernya.

“Saya selalu percaya bisa kembali ke level terbaik,” kata Rybakina. “Dalam tenis selalu ada naik turun. Semua ini soal kerja keras dan kepercayaan diri. Ketika kemenangan besar mulai datang, keyakinan itu ikut tumbuh.”



Sumber: