Solusi Minim Asap, Mahasiswa BBK 7 Unair Hadirkan Rocket Stove di SDN 2 Majenang

Solusi Minim Asap, Mahasiswa BBK 7 Unair Hadirkan Rocket Stove di SDN 2 Majenang

Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga saat melakukan proses pembangunan dan demonstrasi cara kerja rocket stove di halaman belakang SDN 2 Majenang guna menciptakan sistem pembakaran sampah yang minim polusi.--

LAMONGAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan inovasi ramah lingkungan berupa rocket stove di lingkungan SD Negeri 2 Majenang. Program ini bertujuan sebagai sarana edukasi sekaligus solusi praktis dalam pengelolaan sampah sekolah yang efisien.

Rocket stove merupakan alat pembakaran sampah skala kecil yang dirancang dengan sistem aliran udara terarah. Desain ini memungkinkan proses pembakaran terjadi lebih sempurna, cepat, dan yang terpenting, menghasilkan asap yang jauh lebih minimal dibandingkan pembakaran konvensional.

BACA JUGA:Khofifah Ajak IKA Unair Bersinergi Dukung Program Pembangunan Nasional


Mini Kidi--

Kegiatan pembangunan alat ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis 22 Januari hingga Sabtu 24 Januari 2026, berlokasi di halaman belakang SDN 2 Majenang. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa berkolaborasi aktif dengan pihak guru dan warga sekitar dalam proses teknis konstruksi.

Salah satu anggota tim BBK 7 Unair, Sahya, menjelaskan bahwa pemilihan rocket stove didasari atas kebutuhan sekolah akan sistem pembuangan sampah yang tidak mencemari udara sekitar.

BACA JUGA:Musyawarah IKA FH UNAIR Tetapkan Syaiful Ma’arif, Alumni Didorong Jadi Kekuatan Strategis Bangsa

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa, sekaligus solusi sederhana pengelolaan sampah ramah lingkungan bagi pihak sekolah dan masyarakat,” ungkap Sahya.

Metode pengenalan alat ini dilakukan melalui demonstrasi desain, penjelasan prinsip kerja fisika udara, serta praktik langsung pembuatannya. Kehadiran inovasi ini juga merupakan wujud nyata dukungan mahasiswa terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

BACA JUGA:Pemkot Madiun Gandeng FK Unair Tingkatkan Kesehatan Lansia

Pihak sekolah menyambut baik inovasi ini dan berharap keberadaan rocket stove dapat membantu mengurangi penumpukan sampah di area sekolah secara berkelanjutan. Selain lebih aman, alat ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan sejak dini bagi para siswa.(faw)

Sumber: