Terungkap Permintaan Terakhir Mahasiswi UMM kepada Bripka Agus, Serahkan ATM dan PIN Memohon Tak Dibunuh
Tersangka Bripka Agus Sulaiman saat dikeler ke ruang tahanan.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Satu per satu fakta terungkap dalam kasus pembunuhan Faradila Amalia Najwa (21), oleh kakak iparnya Bripka Agus Sulaiman dan Suyitno. Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhamadiyah Malang itu, sempat meminta untuk tidak dibunuh.
Korban bahkan menyerahkan kartu ATM berikut PIN berisi tabungan kurang lebih Rp80 juta itu ke pelaku. Namun, upaya Faradilah tidak membuahkan hasil. Ia tetap dibunuh dengan cara dicekik oleh Bripka Agus dan Suyitno secara bergantian.
BACA JUGA:Kronologi Lengkap Saat Bripka Agus dan Suyitno Menghabisi Mahasiswi UMM di Perbatasan Batu - Cangar

Mini Kidi--
"Sampean butuh duit ya mas. Jupuken ATM, ini nomor pinnya. Aku ojo dipateni. (Anda butuh uang ya mas. Ambil ATM ini nomor pinnya. Saya jangan di bunuh," kata Faradilah memohon ke tersangka sebelum dihabisi.
Sekadar diketahui, tersangka membawa korban dengan sebuah mobil Mitsubishi Strada Triton milik Agus hasil pemberian mertua Bripka Agus. Di dalam mobil, korban diikat dengan lakban di bagian kaki, tangan hingga bagian wajah.
"Intinya korban sudah disekap sejak dari rumah di Probolinggo. Di rumah itu tempat penyekapan. Itu rumah si (Bripka) Agus pemberian dari orangtua," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, Rabu 14 Januari 2026.
Sebelum tiba di Batu, tersangka sempat membeli helm di pinggir jalan tak jauh dari Batu. Tak lama singgah di sana, kedua tersangka membawa korban di jalan hutan di Cangar. Di sana, para tersangka diduga hendak menghabisi nyawa korban.
"Jadi mereka perjalanan dari Probolinggo ke Batu, lalu ke Cangar. Di sana, korban diduga hendak dieksekusi. Tapi tidak jadi, lalu balik lagi ke Batu, antara Cangar dan Batu korban lalu dieksekusi," ujar Jumhur.
"Pertama yang mencekik itu tersangka Suyitno. baru kemudian si Agus, dan mati. Setelah memastikan korban tak bernyawa, dua pelaku melepas lakban saat perjalanan ke Pasuruan, lokasi pembuangan," tandas eks Kasubdit I Ditnarkoba Polda Kepri itu.
BACA JUGA:Polisi Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM, Bripka Agus dan Suyitno Peragakan 14 Adegan
Jumhur juga menyatakan, jika tersangka ini sempat membeli helm. Hal itu, untuk melancarkan skenario mereka agar aksinya tak diketahui. "Biar disetting seolah korban ini korban begal," pungkas Jumhur.(fdn)
Sumber:




