selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Mahasiswa Unikama Keluhkan Sarana Prasarana Kampus, Ini Penjelasan Rektor

Mahasiswa Unikama Keluhkan Sarana Prasarana Kampus, Ini Penjelasan Rektor

Mahasiswa Unikama berunjuk rasa di halaman kampus saat menyampaikan aspirasi di depan gedung rektorat.--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ratusan mahasiswa Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar unjuk rasa di halaman kampus kawasan Kecamatan Sukun, Kota Malang, dengan menyuarakan keluhan sarana prasarana dan tata kelola kampus, Kamis 22 Januari 2026.


Mini Kidi--

Aksi berlangsung di depan pintu masuk gedung utama kampus. Para mahasiswa mengenakan almamater dan membawa poster berisi aspirasi, dengan situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Presiden Eksekutif Mahasiswa Unikama Am Adib Abidtama menjelaskan, terdapat sejumlah tuntutan utama yang disampaikan dalam aksi tersebut, mulai dari pembenahan fasilitas kampus, pembukaan kembali pagar utama depan rektorat, hingga penghapusan denda keterlambatan pengambilan ijazah.

BACA JUGA:Ratusan Becak Listrik di Malang Diharapkan Dukung Pariwisata Kota

“Sejak awal kami sudah membayar uang pangkal, tetapi pembangunan sangat minim. Akses pintu depan rektorat masih ditutup, padahal itu akses utama,” ujar Adib saat ditemui di sela aksi.

Selain itu, mahasiswa menyoroti kondisi infrastruktur kampus yang dinilai belum merata, seperti ruang belajar yang belum seluruhnya ber-AC serta penggunaan bangku lama yang tercatat sebagai aset sejak sebelum tahun 2000-an.

BACA JUGA:Kejari Kota Malang Pantau Pembangunan Strategis Sektor Pendidikan

Mahasiswa juga menuntut transparansi pengelolaan keuangan kampus. Angkatan 2022 disebut dikenakan Uang Kuliah Tunggal paling tinggi, namun tetap dibebani biaya wisuda lebih dari Rp1 juta per mahasiswa.

Tuntutan lain mencakup kejelasan penyaluran dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah serta peningkatan layanan biro akademik dan administrasi. Dalam aksi tersebut, mahasiswa meminta Rektor Unikama menandatangani lembar tuntutan di lokasi. Namun, permintaan itu ditolak karena mahasiswa tidak bersedia diajak masuk ke ruang rektorat untuk audiensi.

BACA JUGA:16 Ribu Siswa SLTA Hadiri UB Education Expo di Malang

Menanggapi aksi tersebut, Rektor Unikama Sudi Dul Aji menyatakan bahwa unjuk rasa merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang wajar dan menjadi bagian dari upaya perbaikan kampus ke depan.

“Memang ada yang perlu disampaikan, ini hal yang lumrah. Aksi ini juga untuk kebaikan Unikama. Untuk perbaikan infrastruktur kecil sudah kami lakukan, sedangkan perbaikan besar kami serahkan ke yayasan,” jelasnya.

BACA JUGA:Wali Kota Malang Raih Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Terkait pembukaan gerbang utama depan rektorat, Sudi menyebut hal itu berkaitan dengan proses sengketa Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia. Ia memastikan proses tersebut tidak seharusnya mengganggu aktivitas akademik dan gerbang akan segera dibuka. (edr)

Sumber:

Berita Terkait