KUR BRI Dorong UMKM Kabanjahe Naik Kelas dari Usaha Es Buah ke Laundry Express
Pelaku UMKM Kabanjahe Sari Handayani Daulay mengembangkan usaha laundry express berkat KUR BRI.--
KABANJAHE, MEMORANDUM.DISWAY.ID – KUR BRI mendorong UMKM Kabanjahe naik kelas melalui perjalanan usaha Sari Handayani Daulay yang berkembang dari penjual es buah menjadi pengelola laundry express dan bimbingan belajar, Kamis 22 Januari 2026.
Perjalanan usaha Sari Handayani Daulay dimulai pada 2015 dengan berjualan es buah keliling kampung dan menitipkan dagangannya di kedai-kedai kecil di wilayah Karo. Dari usaha sederhana tersebut, ia melihat peluang baru dengan menjual mainan anak yang saat itu sulit diperoleh di daerahnya.
BACA JUGA:Hadir di WEF 2026, CEO BRI Beberkan Tantangan Utama Pembiayaan Berkelanjutan di Emerging Markets
“Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak di sini yang sulit mendapatkan mainan. Akhirnya saya mulai jualan mainan eceran untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkap Sari.
Namun, keterbatasan modal sempat menjadi kendala karena adanya kewajiban pembelian minimal dari distributor agar mendapatkan harga lebih murah. Kondisi tersebut menghambat pengembangan usahanya.

Mini Kidi--
Kesulitan itu mulai teratasi setelah Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI dari petugas BRI yang melakukan kunjungan ke lingkungan tempat tinggalnya.
“Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba,” imbuhnya.
Pengajuan KUR pertama memberikan pinjaman Rp5 juta, yang kemudian meningkat menjadi Rp25 juta pada pengajuan kedua setelah pelunasan. Dana tersebut dimanfaatkan untuk memperluas usaha dan merekrut pegawai.
BACA JUGA:Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025
Saat pandemi COVID-19, Sari kembali menangkap peluang dengan membuka bimbingan belajar bagi anak-anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Pada 2023, ia juga mengembangkan usaha laundry express dengan dukungan pinjaman KUR BRI sebesar Rp100 juta.
Kini, usaha mainan anak dilanjutkan oleh sang adik, sementara Sari fokus mengembangkan bimbingan belajar dan laundry express yang terus mengalami peningkatan pelanggan.
BACA JUGA:Usaha Camilan Berbasis Resep Keluarga Ini Berhasil Naik Kelas Lewat LinkUMKM BRI
“KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Kemajuan bisnis saya sekarang ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana juga cepat, sekitar 3–4 hari,” jelasnya.
Ia menambahkan, bunga KUR BRI yang ringan membuat pelaku usaha tidak terbebani, berbeda dengan pinjaman nonformal yang justru menghambat perputaran usaha.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan KUR BRI ditujukan untuk membantu pelaku UMKM agar semakin produktif dan berdaya saing.
BACA JUGA:Kebab Endul Tumbuh Berkelanjutan Lewat Penerapan Zero Waste dan Dukungan LinkUMKM BRI
“Kisah dari Sari Handayani Daulay menjadi salah satu contoh dengan pendanaan KUR, pelaku UMKM di daerah bisa terus berkembang usahanya. Kami juga terus memberikan pendampingan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha untuk bisa naik kelas,” ujarnya.
Menurutnya, KUR BRI berperan sebagai katalis penggerak ekonomi rakyat dengan UMKM sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi inklusif.
BACA JUGA:Persiapan Pensiun Jadi Lebih Mudah dengan One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo
Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada 3,8 juta debitur, dengan sektor produksi mendominasi penyaluran sebesar 64,49 persen dari total KUR BRI.
Sumber:
