Lapak Kebanjiran Akibat Atap Rusak, Pedagang Pasar Keputran Utara Tagih Janji Perbaikan
Bambang, pedagang bumbu dapur di Pasar Keputran Utara tampak merana akibat atap rapuh. Ia bahkan melakukan pembenahan pribadi agar lapaknya tak kebanjiran.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kondisi infrastruktur di Pasar Keputran Utara menuai sorotan. Para pedagang di salah satu pasar induk legendaris Surabaya ini mengeluhkan kondisi bangunan yang kian memprihatinkan, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Pantauan Memorandum di lokasi, area lantai dua menjadi titik terparah. Air hujan tampak bebas menerobos celah-celah atap yang rusak. Alhasil, lapak pedagang basah kuyup hingga genangan air di lorong-lorong pasar. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas jual-beli dan mengancam kenyamanan pengunjung.
BACA JUGA:Nasib Revitalisasi Pasar Keputran Selatan Surabaya Kian Buram

Mini Kidi--
Sumiati, seorang pedagang sayur di lantai 2, mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia harus berjibaku dengan plastik penutup tambahan agar barang dagangannya tidak busuk terkena tetesan air hujan.
"Setiap kali hujan deras, saya sibuk menggeser dagangan daripada melayani pembeli. Atap di atas lapak saya ini sudah seperti saringan, bocor di mana-mana. Kalau sudah tergenang, pembeli kan jadi malas masuk ke area dalam karena becek dan licin," keluhnya, Rabu (21/1).
Keluhan senada disampaikan oleh para pedagang yang setiap hari menggantungkan hidup di pasar tersebut. Mereka merasa hak mereka sebagai penyewa tidak terpenuhi meski kewajiban pembayaran tarif sewa selalu dijalankan tepat waktu.
BACA JUGA:Pedagang Masuk TPS, Bangunan Pasar Keputran Selatan Mulai Dibongkar
Bambang, pedagang bumbu dapur yang sudah bertahun-tahun menempati pasar tersebut, menyayangkan minimnya respons dari pihak pengelola terkait kerusakan fisik bangunan.
Ia mengaku sudah berkali-kali melapor ke PD Pasar, namun ujungnya nihil tindakan. Bambang akhirnya membenahi secara pribadi atap yang bocor tersebut. Karena kalau tidak dibenahi, lapaknya bakal tergenang.
"Kita ini rutin bayar retribusi dan sewa, tapi mana timbal baliknya? Setahu saya, hampir tidak ada maintenance berkala yang serius. Bangunan dibiarkan menua dan rusak dimakan cuaca. Kita butuh tindakan nyata. Tapi sudah lapor bolak-balik tidak pernah mendapat tanggapan. Tidak ada pembenahan," tegas Bambang.
BACA JUGA:Sejumlah Tanggul Sungai Jebol, Warga Gresik Selatan Masih Terdampak Banjir
Para pedagang menilai PD Pasar selaku pengelola kurang memiliki rasa kepedulian terhadap keberlangsungan fasilitas publik ini. Padahal, Pasar Keputran Utara merupakan urat nadi ekonomi bagi banyak pedagang kecil dan penyuplai logistik di Surabaya.
Ketiadaan perawatan rutin menyebabkan kerusakan yang semula kecil kini menjadi kerusakan struktural yang merata di bagian atap.
Sumber:
