SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur memperketat pengawasan kesehatan jemaah haji, khususnya lansia dan jemaah bersyarat, meski pelunasan BPIH telah melampaui target, Selasa 20 Januari 2026.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim Mohammad As’adul Anam mengatakan, setelah pelunasan rampung, fokus persiapan diarahkan pada pengelompokan kloter dan kesiapan kesehatan jemaah hingga menjelang keberangkatan.

Mini Kidi--
“Karena ada jeda sekitar tiga bulan, kesehatan jemaah tetap menjadi perhatian serius. Apalagi banyak jemaah yang masuk kategori kesehatan bersyarat,” ujarnya.
BACA JUGA:KH Marzuki Mustamar Isi Batin Jemaah Masjid Kubah TPJ
Menurutnya, sebagian jemaah memiliki status istitha’ah menggantung sehingga membutuhkan pendampingan khusus, baik konsumsi obat rutin, pendamping orang, maupun alat bantu seperti kursi roda.
Ia menambahkan, Kemenhaj Jatim mengimbau jemaah menjaga stamina, terutama setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, karena tes kesehatan ulang akan kembali dilakukan mendekati waktu keberangkatan.
BACA JUGA:Gagal Berangkat Karena Dinyatakan Tidak Istithaah, Tiga Jemaah Haji Reguler Mengadu ke DPRD Situbondo
“Tes kesehatan ulang akan kembali dilakukan menjelang keberangkatan guna memastikan jemaah dalam kondisi prima saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” tuturnya.
Selain kesiapan jemaah, Anam menyampaikan aspek logistik dan akomodasi juga terus dimatangkan, termasuk rencana distribusi koper haji ke daerah-daerah yang dijadwalkan mulai bulan Ramadan.
BACA JUGA:Andalus Hajj & Umara Service Mendapat Keberkahan, Siap Terima Pendaftaran Jemaah yang Ingin Beribadah Ke Tanah
Terkait pendampingan lansia, ia menegaskan tidak seluruh jemaah lanjut usia otomatis mendapatkan pendamping khusus karena bergantung hasil verifikasi kondisi fisik dan ketersediaan kuota pendamping sesuai persyaratan. (ain)