MU Sedang Menemukan Jalannya

MU Sedang Menemukan Jalannya

Catatan Redaksi Eko Yudiono.--

SEJAK Sir Alex Ferguson pensiun, menonton Manchester United bukan lagi aktivitas yang menenangkan. Layar kaca berubah jadi sumber kecemasan.

Jantung berdebar, napas tertahan. Suporter fanatik MU tentu paham betul alasannya.

 

Di era Sir Alex Ferguson, kemenangan adalah rutinitas. Pertanyaannya bukan MU menang atau tidak, melainkan berapa gol yang dicetak.

David Beckham, Paul Scholes, Gary dan Phil Neville, serta Ryan Giggs, jebolan legendaris Class of ’92 menjadi fondasi kejayaan Setan Merah di Liga Inggris. Puncaknya adalah treble winner 1999, sebuah era emas yang sulit diulang.

 

Setelah Ferguson pergi, situasi berubah drastis. MU menjadi tim yang tak lagi stabil.

Pergantian pelatih tak membawa ketenangan. Setiap pertandingan justru memicu rasa cemas. Performa naik-turun, identitas permainan memudar.

BACA JUGA:Antara Tuntutan Perubahan dan Penolakan Jagal


Mini Kidi--

 

Pelatih terakhir, Ruben Amorim, gagal memenuhi ekspektasi. Gaya bermainnya dinilai tak sejalan dengan karakter Manchester United. Rapor kinerjanya pun tak menggembirakan. Merah.

 

Di tengah situasi genting itu, Michael Carrick ditunjuk sebagai manajer hingga akhir musim. Tantangan langsung menghadang.

Lawan pertama adalah Manchester City, juara Liga Inggris empat musim beruntun sejak 2020 hingga 2024. Ujian berat, tanpa kompromi.

 

Namun Carrick menjawab keraguan publik dengan cara meyakinkan. MU tampil berbeda. Lebih rapi. Lebih kolektif. Umpan satu-dua mengalir.

Bruno Fernandes dan kawan-kawan bermain dengan identitas yang lama hilang. Manchester City dibuat tak berkutik dan menyerah 0-2 di Old Trafford.

 

Sir Alex Ferguson yang hadir di tribun terlihat tersenyum lepas. Tawanya mengalir. Casemiro pun tampil seperti menemukan kembali makna bermain sepak bola, meski telah mengoleksi lima gelar Liga Champions sepanjang kariernya.

 

Kemenangan ini memang belum cukup untuk mengukur keberhasilan Carrick. Namun satu hal jelas: harapan itu kembali.

Suporter MU tak lagi diliputi rasa was-was saat tim kesayangannya bertanding. Tidak sport jantung. Tidak cemas berlebihan.

 

Kini ada keyakinan. Bahwa Manchester United sedang menemukan jalannya. Menuju kejayaan. Seperti dulu, di bawah Sir Alex Ferguson. Semoga.

 

Sumber: