Flick Tak Gubris Rekor 11 Kemenangan Barcelona
Lamine Yamal kembali jadi aktor penting kemenangan Barca.-IG:Barcelona.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Pelatih Barcelona, Hansi Flick, meremehkan catatan 11 kemenangan beruntun yang dibukukan timnya usai menundukkan Racing Santander dengan skor 2-0 pada Kamis.
Kemenangan itu memastikan langkah Barça ke perempat final Copa del Rey.
Dua gol di babak kedua yang dicetak Ferran Torres dan Lamine Yamal mengantar sang juara bertahan menghindari kejutan dari tim Segunda División.
Barcelona pun tak mengulang nasib Real Madrid, yang sehari sebelumnya tersingkir secara mengejutkan oleh Albacete.
Hasil ini sekaligus memperpanjang laju kemenangan Barcelona menjadi 11 pertandingan di semua ajang.
Catatan tersebut menjadi rekor terpanjang kedua dalam sejarah klub, hanya kalah dari 18 kemenangan beruntun yang diraih pada musim 2005–2006 di era Frank Rijkaard.
Namun Flick menegaskan bahwa statistik bukan fokus utamanya.
“Ini bukan apa-apa,” ujar Flick. “Saya tidak terlalu memikirkan rekor. Yang terpenting kami menang hari ini untuk tim, klub, dan para pendukung. Kami lolos ke babak berikutnya, dan itulah target kami,” katanya seperti dilansir ESPN.
Sejak kekalahan terakhir dari Chelsea pada November lalu, Barcelona tampil konsisten.
Mereka kini unggul empat poin di puncak klasemen LaLiga, menjuarai Piala Super Spanyol, menaklukkan Real Madrid 3-2 di final, dan terus melaju di Copa del Rey.
Meski demikian, kemenangan di kandang Racing tidak diraih dengan mudah. Pemuncak klasemen Segunda División itu sempat nyaris menyamakan skor di menit-menit akhir.
Penyerang muda Manex Lozano menembus pertahanan Barcelona, tetapi upayanya digagalkan kiper Joan García lewat penyelamatan gemilang. Beberapa detik kemudian, Yamal memastikan kemenangan Barcelona.
“Saya sudah tahu ini akan menjadi pertandingan sulit,” lanjut Flick. “Bagi saya, clean sheet sangat penting. Peluang besar mereka untuk menyamakan skor sebelum gol kedua kami sangat krusial, dan penyelamatan Joan luar biasa," bebernya.
Barcelona melakukan enam perubahan dari tim yang menundukkan Madrid di final Supercopa. Meski begitu, Flick tetap menurunkan skuad kompetitif dengan memasukkan Ferran Torres, Marcus Rashford, dan Dani Olmo sebagai starter.
Sejumlah pemain kunci seperti Raphinha, Pedri, Robert Lewandowski, dan Fermín López juga harus dimainkan dari bangku cadangan demi memastikan tiket ke fase berikutnya.
Barcelona tak ingin mengambil risiko setelah melihat Madrid tersingkir sehari sebelumnya.
Flick pun memuji mentalitas anak asuhnya yang tampil serius dan disiplin.
“Bagi Racing, ini mungkin pertandingan terbesar mereka dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
“Bagi kami, ini juga laga penting. Anda tidak memenangkan pertandingan karena nama besar, tetapi karena sikap. Itulah yang saya sukai dari tim ini," ungkapnya.
Ia juga memberi apresiasi kepada Racing Santander dan mendoakan kesuksesan mereka ke depan.
“Mereka bermain sangat baik. Racing adalah tim yang bagus. Saya berharap mereka menjalani musim yang bagus—siapa tahu musim depan kami bisa bertemu lagi di LaLiga," urainya.
Sumber:

