Percepat Proyek Flyover Taman Pelangi, Pemkot Surabaya Bongkar Sisa Bangunan Warga

Percepat Proyek Flyover Taman Pelangi, Pemkot Surabaya Bongkar Sisa Bangunan Warga

Pembongkaran rumah di Jemur Gayungan yang telah dibebaskan Pemkot Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menunjukkan keseriusannya dalam mengurai kemacetan di titik krusial pintu masuk kota. 

Pada Rabu 14 Januari 2026, Satuan Tugas (Satgas) Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya melanjutkan proses pembongkaran sisa bangunan warga di kawasan Jemur Gayungan atau area sekitar Taman Pelangi.

BACA JUGA:Pemkot Surabaya Bakal Bongkar Sisa Bangunan Warga Terdampak Fly Over Taman Pelangi Bulan Ini


Mini Kidi--

Langkah ini merupakan bagian dari persiapan lahan untuk pembangunan Flyover Taman Pelangi yang diproyeksikan menjadi solusi kemacetan di kawasan Ahmad Yani.

Pantauan Memorandum di lokasi menunjukkan sebanyak 10 personel Satgas DSDABM diterjunkan untuk meratakan 7 bangunan yang telah dibebaskan. 

BACA JUGA:Ganti Rugi Proyek Flyover Cair, Warga Taman Pelangi Surabaya Mulai Kemas Barang dan Siap Pindah

Proses eksekusi ini menggunakan perpaduan satu unit alat berat dan tenaga manual untuk memastikan efisiensi di lapangan.

Pembongkaran dimulai sejak pagi hari, menyasar sisi belakang bangunan hingga rata dengan tanah. Setelah sisi belakang tuntas, petugas bergerak menuju sisi barat yang bersinggungan langsung dengan jalan raya utama.

Koordinator Pembongkaran Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Kota Surabaya, Kadir, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya.

BACA JUGA:Pekerjaan Fisik Flyover Taman Pelangi Dibangun Kementerian PU Tahun 2026

"Hari ini, sejak pagi tadi sudah empat bangunan yang kami bongkar. Ini adalah kelanjutan dari sisa-sisa bangunan yang pengerjaannya sudah dimulai sebelumnya," ujar Kadir saat ditemui di sela-sela aktivitas pembongkaran.

Meski lahan telah dinyatakan tuntas secara administrasi dan pembebasan, tim di lapangan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. 

Kadir menyebutkan bahwa tantangan utama dalam pembongkaran ini adalah keberadaan instalasi listrik yang sebagian masih aktif.

Sumber:

Berita Terkait