Kronologi Lengkap Saat Bripka Agus dan Suyitno Menghabisi Mahasiswi UMM di Perbatasan Batu - Cangar

Kronologi Lengkap Saat Bripka Agus dan Suyitno Menghabisi Mahasiswi UMM di Perbatasan Batu - Cangar

Tersangka Bripka Agus Sulaiman memperagakan adegan dalam pembunuhan mahasiswi UMM, Faradila Amelia Najwa.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Satu persatu fakta Bripka Agus Sulaiman dan Suyitno secara keji menghabisi nyawa Faradila Amelia Najwa, terungkap dalam rekontruksi yang digelar, Selasa 13 Januari 2026. Pada adegan pertama, korban disekap dari rumah di Probolinggo.


Mini Kidi--

Untuk melancarkan niat jahatnya tersebut, kedua tersangka membawa korban dengan sebuah mobil jenis Mitsubishi Strada Triton milik Agus hasil pemberian mertuanya. Di dalam mobil, korban diikat dengan sebuah lakban di kaki, tangan dan bagian wajah.

"Intinya korban sudah disekap sejak dari rumah di Probolinggo. Di rumah itu tempat penyekapan. Itu rumah si (Bripka) Agus pemberian dari orangtua," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, Rabu 14 Januari 2026.

BACA JUGA:Aksi Biadab Bripka Agus dan Suyitno Bunuh Mahasiswi UMM, Dicekik dengan Kondisi Tangan dan Kaki Terikat

Sebelum tiba di Batu, tersangka sempat membeli helm di pinggir jalan tak jauh dari Batu. Tak lama singgah di sana, kedua tersangka membawa korban di jalan hutan di Cangar. Di sana, para tersangka diduga hendak menghabisi nyawa korban.

"Jadi mereka perjalanan dari Probolinggo ke Batu, lalu ke Cangar. Di sana, korban diduga hendak dieksekusi. Tapi tidak jadi, lalu balik lagi ke Batu, antara Cangar dan Batu korban lalu dieksekusi," ujar Jumhur.

"Pertama yang mencekik itu tersangka Suyitno. baru kemudian si Agus, dan mati. Setelah memastikan korban tak bernyawa, dua pelaku melepas lakban saat perjalanan ke Pasuruan, lokasi pembuangan," tandas eks Kasubdit I Ditnarkoba Polda Kepri itu.

BACA JUGA:Polda Jatim Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi UMM oleh Oknum Polisi di Pasuruan, Sakit Hati lalu Dicekik

Jumhur juga menyatakan, jika tersangka ini sempat membeli helm. Hal itu, untuk melancarkan skenario mereka agar aksinya tak diketahui. "Biar disetting seolah korban ini korban begal," pungkas Jumhur.(fdn)

Sumber:

Berita Terkait