Meilita Elaine: Jurnalisme, Empati, dan Seni Beradaptasi di Era Digital

Meilita Elaine: Jurnalisme, Empati, dan Seni Beradaptasi di Era Digital

Meilita Elaine.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bagi Meilita Elaine, menjadi jurnalis bukan sekadar soal melaporkan peristiwa, melainkan sebuah perjalanan menjadi manusia utuh.


Mini Kidi--

Di balik ritme kerja redaksi yang cepat, perempuan kelahiran Surabaya, 29 Mei 1999 ini menemukan candu dalam keberagaman. Mulai dari belajar hal baru setiap hari hingga beradaptasi dengan karakter manusia yang tak pernah sama.

“Jurnalis mengajarkan kita untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri. Ada tanggung jawab untuk menjadi bermanfaat bagi orang lain, mulai dari narasumber yang kita tulis hingga dampak nyata pada perubahan kebijakan bagi masyarakat," ungkap Meilita, Senin, 12 Januari 2026.

BACA JUGA:Emelly Putri: Dari Hobi Masa Kecil hingga Jadi Model Berprestasi dan Multitalenta

Lanskap media yang terus bergeser menuntut pelakunya untuk tidak statis. Meilita menyadari betul bahwa di era digitalisasi, mereka yang enggan berubah akan tertinggal.

Inilah yang mendorongnya merambah dunia konten kreator di samping profesi utamanya sebagai reporter.

Di mata Meilita, ngonten bukan sekadar tren, melainkan strategi adaptasi. "Kalau media tempat kita berkarya saja beradaptasi, maka kita sebagai pelaku media harus melakukan hal yang sama," jelas peraih Juara 1 Anugerah Jurnalistik Pertamina Regional Jatimbalinus 2024 ini.

BACA JUGA:Finna Idelia Natasha: Talent Harus Cerdas dan Berkarakter

Menariknya, keterampilan jurnalistik yang ia asah di lapangan justru menjadi senjata utama dalam memproduksi konten.

Kemampuan memilih angle yang unik, prinsip kemanfaatan, hingga rasa empati yang tinggi membuat konten-kontennya tidak sekadar berisik, tetapi memiliki nilai yang layak dibagikan tanpa harus menjatuhkan orang lain.

Selama 5 tahun berkarier, Meilita telah mencicipi berbagai pengalaman liputan peristiwa besar yang menempa kedewasaannya. Namun, dampak yang ia ciptakan tidak berhenti di meja redaksi Radio Suara Surabaya. Jejaring digital yang ia bangun melalui personal branding membuka pintu peluang yang lebih luas.

BACA JUGA:Kisah Inspiratif Dyah Ayu Novita Sari, Artis Dangdut yang Gigih Bekerja dan Rutin Berbagi

Tanpa mengandalkan koneksi orang dalam, Meilita berhasil merintis karier sebagai Master of Ceremony (MC) berkat portofolio yang ia unggah di media sosial.

Sumber: