329 Anggota DPRD PDI Perjuangan Se-Jatim Laporkan Kinerja kepada Rakyat

329 Anggota DPRD PDI Perjuangan Se-Jatim Laporkan Kinerja kepada Rakyat

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Deni Wicaksono menyampaikan keterangan terkait laporan kinerja DPRD.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sebanyak 329 anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan di Jawa Timur secara serentak melaporkan kinerja tahun 2025 langsung kepada rakyat melalui berbagai platform, Senin 12 Januari 2026.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deni Wicaksono mengatakan, laporan ke rakyat tersebut menjadi tradisi baru bagi wakil rakyat PDIP untuk memupuk transparansi kinerja kepada masyarakat yang mereka wakili.


Mini Kidi--

Laporan itu dikemas melalui beragam media, mulai dari media arus utama hingga media sosial, termasuk dalam bentuk infografis yang menarik secara visual. Momentum ini sekaligus menjadi bagian peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan pada 10 Januari 2026, yang dimaknai sebagai hari laporan kinerja besar-besaran.

Keberagaman bentuk laporan kinerja, kata Deni, menunjukkan upaya anggota DPRD mempertanggungjawabkan kinerjanya dengan pendekatan yang dekat dengan budaya masyarakat, mulai kalangan muda hingga warga senior.

BACA JUGA:Konferda dan Konfercab Serentak Jadi Momentum Regenerasi Kepemimpinan PDIP Se-Jatim

“Intinya satu, rakyat harus tahu apa yang sudah dan sedang diperjuangkan para wakilnya di DPRD,” ujar Deni.

Menurutnya, laporan ke rakyat merupakan ikhtiar legislator PDI Perjuangan untuk meningkatkan akuntabilitas kinerja. Setelah terpilih sebagai anggota DPRD, kata dia, tidak boleh berhenti bekerja dan merasa berada di zona nyaman.

“Kalau sudah terpilih lalu diam, itu bukan gaya PDI Perjuangan. Kita ingin wakil rakyat terus bergerak, bekerja, dan berani mempertanggungjawabkan kerjanya secara terbuka,” kata Wakil Ketua DPRD Jatim tersebut.

BACA JUGA:Said Minta Konferda-Konfercab Serentak, PDIP Jawa Timur Siap Ubah Sikap Politik Jargonistik

Deni menegaskan, bagi PDI Perjuangan pemilu bukan semata-mata perebutan kekuasaan, melainkan sarana memperjuangkan keadilan sosial bagi masyarakat.

“Dan laporan kinerja ini adalah bukti ikhtiar mewujudkan keadilan sosial yang diupayakan anggota DPRD se-Jatim dari PDI Perjuangan,” ucapnya.

Deni menambahkan, laporan kinerja itu secara alami akan memicu kompetisi pelayanan publik di antara para legislator PDIP dalam melayani masyarakat.

BACA JUGA:Fraksi PDIP DPRD Jatim Ingatkan BPBD Jatim Waspada Bencana Jelang Akhir Tahun

“Ini semacam kompetisi pelayanan publik. Siapa paling rajin turun ke rakyat, siapa paling konsisten mengawal aspirasi, dan siapa paling serius memastikan anggaran berpihak pada wong cilik, semuanya bisa dilihat langsung oleh rakyat karena dilaporkan secara terbuka,” jelasnya.

Selain itu, laporan kinerja tersebut juga menjadi bahan evaluasi publik terhadap kinerja anggota DPRD, karena masyarakat dapat membaca dan menilai langsung capaian yang telah dilakukan.

“Rakyat sekarang makin kritis dan itu bagus. Wakil rakyat juga harus siap dievaluasi, bukan cuma dielu-elukan,” tegasnya.

BACA JUGA:Kasus HIV di Jatim Capai 65.238 Orang, Fraksi PDIP Desak Pemerintah Perluas Edukasi dan Layanan Kesehatan

Deni menekankan, laporan kinerja bukanlah akhir dari proses politik, melainkan pengingat bahwa politik adalah soal keberpihakan kepada rakyat.

“Ultah partai menjadi momen refleksi sejauh mana sudah berpihak dan bekerja. Lewat laporan serentak ini, ditegaskan bahwa kami ditugaskan bukan untuk jauh dari rakyat, tetapi selalu pulang pada rakyat,” pungkas legislator Daerah Pemilihan Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan. (day)

 

Sumber: