Jerman Siap Dukung Pengembangan Transportasi Publik hingga Kesehatan di Jawa Timur

Jerman Siap Dukung Pengembangan Transportasi Publik hingga Kesehatan di Jawa Timur

Dubes Jerman Ralf Beste bertemu Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Jerman menegaskan komitmen memperkuat kerja sama jangka panjang dengan Pemprov Jawa Timur dalam pengembangan transportasi publik, kesehatan, pengelolaan sampah, dan penanganan perubahan iklim, Jumat 9 Januari 2025.

Komitmen tersebut disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste saat bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.


Mini Kidi--

Ralf Beste menyebut Jawa Timur sebagai kawasan strategis yang memiliki peran penting bagi Indonesia serta telah lama menjalin hubungan erat dengan Jerman.

Ralf Beste menegaskan dukungan Jerman dirancang untuk memberikan dampak berkelanjutan dan tidak bersifat jangka pendek.

BACA JUGA:Dindik Jatim Bentengi Siswa dari Jeratan Ideologi Ekstrem di Dunia Maya

“Salah satu fokus utama kami adalah membantu peningkatan transportasi publik di Surabaya. Ini bisa menjadi game changer bagi kawasan ini, sekaligus berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim,” kata Ralf.

Selain transportasi publik, Jerman juga terlibat dalam kerja sama pengelolaan sampah, penguatan sektor kesehatan, serta dukungan teknologi ramah lingkungan.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Anugerahi Khofifah Satyalancana Wira Karya atas Swasembada Pangan Jatim

“Jawa Timur memiliki potensi besar untuk membawa perubahan nyata sehingga layak menjadi mitra strategis dalam menghadapi tantangan global,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dukungan Pemerintah Jerman melalui KfW Development Bank untuk pembangunan Surabaya Regional Railway Line.

BACA JUGA:Waspada Super Flu Varian Baru, Gubernur Khofifah Tegaskan Situasi Jatim Masih Terkendali

Menurutnya, proyek tersebut diharapkan menjadi solusi persoalan transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya.

“Insyaallah, jika seluruh proses berjalan lancar, groundbreaking SRRL bisa dimulai pada 2027. Jalur melalui Gubeng maupun Pasar Turi dirancang untuk mempercepat konektivitas dan menekan biaya mobilitas masyarakat,” ucap Khofifah.

Selain itu, ia juga menyampaikan komitmen kerja sama Jerman dalam penanganan perubahan iklim, pengelolaan sampah, serta penguatan layanan kesehatan.

BACA JUGA:Sedekah Oksigen Lewat Tanam Mangrove Kak Khofifah Ajak Pramuka Jatim Lestarikan Lingkungan

Khofifah berharap kerja sama di bidang kesehatan tidak hanya terbatas pada penyediaan alat dan teknologi medis, tetapi juga mencakup pendampingan dokter spesialis dari Jerman.

“RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit terbesar di Indonesia berada di Jawa Timur. Dengan dukungan teknologi dan kerja sama dokter spesialis Jerman, perannya sebagai international hospital akan semakin kuat,” tuturnya.

BACA JUGA:Khofifah Bersama Forkopimda Tinjau Gereja di Surabaya, Pastikan Natal Perkuat Toleransi

Tak hanya itu, Jawa Timur juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan vokasi dengan mengadopsi sistem pendidikan vokasi Jerman melalui program short course bagi guru dan siswa.

“Sejalan dengan arah pembangunan Jawa Timur yang bertumpu pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, diharapkan kemitraan strategis dengan Jerman terus diperkuat demi mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (ain)

Sumber: