Sukses Berpolitik dan Sukses Berkuasa, Cybernetika Pemimpin
Mu'Isyul Haq Al Hasany--
Oleh: Mu'Isyul Haq Al Hasany
Lamongan
Di peta global, kita menyaksikan aksi Perang Ukraina Rusia, Amerika Venezuela, Israel Palestina, Sudan RTF. China Taiwan, India Pakistan, Thailand Kamboja. Semua negara show off senjata terbaru.
Sementara itu setiap negara yang berkonflik punya alasan. Intinya adalah ada target dan tujuan dalam perang itu. Bahkan ada yang sudah mempersiapkan target sebelum terjadi perang. Ada yang membangun pusat pendidikan dan penelitian untuk membangun senjata tercanggih. Ada yang membangun sistem pertahanan terkuat. Ada yang membangun industri padat produk. Apa makna kejadian ini dalam kekuasaan.
BACA JUGA:Yordan Tegaskan DPC PDI Surabaya Siap Suksesi Kepemimpinan Serentak

Mini Kidi--
Dalam tahap kekuasaan ada tahap meraih kekuasaan dan ada tahap menjalankan kekuasaan. Tahap meraih maupun menjalankan kekuasaan berbeda pada setiap pemimpin. Di atas semua strategi meraih kekuasaaan, program kerja dalam menjalankan kekuasaaan, ada posisi penting yang mengarahkan kedua hal tersebut. Posisi penting tersebut adalah imajinasi atau cybernetic. Dalam imaginasi atau cybernetic, setiap pemimpin punya goal, impian, target kesuksesan, dan luas impian. Dan di atas cybernetic adalah niatan dalam kekuasaan.
Seorang Muslim memiliki niatan kekuasaan Islam Rahmatan lil'alamin. Imajinasi atau cybernetic seorang Muslim adalah menolong Ummat, melindungi Ummat, membangun Ummat, Amar Ma'ruf, dan mendidik Ummat. Ummat Islam yang dimaksud adalah ummat Islam yang dipimpin berorientasi Ummat Islam seluruh dunia. Ummat Islam dunia yang kuat dan memimpin dunia sebagai Khalifah Alloh di bumi, untuk menjaga bumi dan memakmurkan bumi dengan ibadah, dakwah dan mengolahnya.
BACA JUGA:Tingkatkan Pelayanan Publik, 27 Pejabat Pemkab Gresik Ikuti Pelatihan Kepemimpinan
Dari cybernetic ini, seorang pemimpin Muslim memiliki langkah derivasi dari imajinasi global untu Akhirah ini. Dalam tahap meraih kekuasaan, seorang pemimpin Muslim akan berkomunikasi dengan jaringan ummat. Dalam hal ini, ummat Islam ada dua golongan. Golongan jelas menengah ke atas dan golongan pekerja. Ummat Islam golongan menengah ke atas lebih membutuhkan mengenal visi dan ide sehingga Silaturrahiim bisa digunakan untuk sharing visi dan misi serta komunikasi.
Sementara di masyarakat Muslim pekerja, mereka memahami ide bagus dan visi misi serta pentingnya pemimpin Muslim, mereka lebih membutuhkan aksi yang memberikan kenyamanan pada dunia mereka sebagai pekerja. Mereka membutuhkan kegiatan komunitas berkelanjutan dengan makan bersama, jalan infrastruktur pemukiman yang nyaman, akses kesehatan mudah dan murah, sekolah dan pendidikan murah, perlindungan hukum, kunjungan dengan oleh oleh (bisa berbentuk sembako atau uang jajan yang menyenangkan hati mereka), akses dengan politisi yang mudah berkomunikasi, harga sembako terjangkau, BBM terjangkau, TPA dan madrasah dan semua kebutuhan rutin saudara Muslim seperti nelayan, petani, pekerja bangunan, tukang becak, tukang kayu, karyawan pabrik. Mungkin seorang politisi tidak mampu memenuhi semua, namun yang dibutuhkan saudara Muslim ini adalah kemauan dan kedekatan dengan mereka.
BACA JUGA:Kepemimpinan Taktis Jelang SOTK Baru, Gus Fawait Lantik Akhmad Helmi Luqman sebagai Pj Sekda Jember
Dalam tahap melaksanakan kekuasaan dengan cybernetic seperti disebutkan di atas, pemimpin Muslim akan memimpin dengan ajaran Islam, akhlaq Islam, antara lain keteladanan, penguatan ibadah dan dakwah، penguatan militer, kegiatan riset dan pendidikan, penguatan kesehatan dan perdagangan dan penguatan kelestarian alam. Semua ajaran Al Qur'an dan Sunnah yang lengkap akan mengantar pemimpin Muslim memimpin Ummat Islam sebagai Ummat terbaik di dunia.
Oleh sebab itu, untuk menjaga niat Khalifah Fil Ardhi, pemimpin Muslim tidak boleh tergiur dengan imajinasi pribadi seperti menumpuk kekayaan untuk pribadi, mengoleksi harta benda, bermaksiat kepada Alloh. Pemimpin Muslim harus berupaya senantiasa berada di track taqwa karena Al Qur'an dan Sunnah adalah ajaran untuk memimpin di level bumi dan Surga. Semoga.
Sumber:

