Terduga Pelaku Pelecehan pada Siswi SMP di Suroboyo Bus Sempat Diamankan Polisi
VES (38) asal Madiun, terduga pelaku pelecehan seksual di dalam Suroboyo Bus ketika diamankan anggota Polsek Genteng di Pos Polisi Keputran--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - VES (38) asal Madiun, terduga pelaku pelecehan seksual di dalam Suroboyo Bus pada Rabu 7 Januari 2026 petang, sempat diamankan di Mapolsek Genteng.
VES diamankan setelah polisi menerima laporan lewat Command Center 112. Saat itu, petugas dapat informasi adanya pelaku pelecehan seksual diamankan warga di Halte Urip Sumoharjo, sekitar pukul 16.30 WIB.
BACA JUGA:Ini Penuturan Saksi Pelecehan Siswi SMP di Suroboyo Bus

Mini Kidi--
Kapolsek Genteng Kompol Grandika Indera Waspada ketika ditemui Memorandum menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan dan masih mencari korban. Sementara terduga pelaku itu berinisial VES. Pria berusia 38 tahun asal Madiun.
"Ketika kami amankan, si ibu-ibu sama anaknya sudah tidak ada. Sampai sekarang kita cari, kita cari untuk dimintai keterangan, tapi ini belum ketemu, jadi gak ada laporan resmi. Kita cuma terima laporan dari 110," katanya, Kamis 8 Januari 2026.
Hingga kini, terduga pelaku masih diamankan di Mapolsek Genteng. Jika dalam 1×24 jam belum ada laporan dari korban, maka terduga pelaku akan dilepaskan.
"Kalau masih gak ada laporan ya kita lepas dulu. Kepastian hukum seperti itu. Nanti kalau korban laporan, kita akan cari lagi," jelasnya.
BACA JUGA:Eri Cahyadi Warning Driver Suroboyo Bus dan Wira Wiri Ugal Ugalan Langsung Pecat
Sementara Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Eddie Octavianus Mamoto mengatakan, pihaknya hingga kini juga belum menerima laporan dari korban. "Kami cek, belum ada laporan. Di PPA gak ada," pungkasnya.
BACA JUGA:Curi Ponsel di Suroboyo Bus, Perempuan Ini Bablas Penjara
Sebelumnya diberitakan Memorandum, Seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) mengaku mengalami tindakan tidak pantas saat menaiki Suroboyo Bus bersama ibunya dan turun di Halte Urip Sumoharjo, Kecamatan Genteng, Rabu 7 Januari 2026.
Setibanya di halte, korban terlihat menangis dan mengalami ketakutan sehingga menarik perhatian warga di sekitar lokasi.
Sumber:
