Kemendukbangga Jatim Gaspol Turunkan Stunting Lewat Program MBG dan ASN Peduli-Berbagi
Para ASN Kemendukbangga/BKKBN Jatim peduli dengan sasaran keluarga 3B.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Mengawali tahun 2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa penurunan stunting sebagai prioritas utama.
Tekad tersebut ditegaskan dalam apel perdana ASN bertajuk ASN Peduli-Berbagi yang digelar di lingkungan kantor BKKBN Jatim.
Apel dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Sukamto.
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia, Kemendukbangga/BKKBN Luncurkan Program Sidaya di Lamongan

Mini Kidi--
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran aktif seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan kader di lapangan untuk mengawal program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Fokus kita adalah sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, baik di Jawa Timur maupun secara nasional," ucap Sukamto, Selasa, 6 Januari 2026.
BACA JUGA:Dukung Penuh Program MBG, Komisi X DPR RI Puji Dapur Gizi di Surabaya sebagai Model Ideal
Ia mengingatkan bahwa upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan data yang akurat dan mutakhir. Karena itu, pembaruan data Tim Pendamping Keluarga (TPK) di lapangan dinilai krusial agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.
"Prevalensi stunting Jawa Timur saat ini masih di angka 14,7 persen. Jika kita bedah per kabupaten/kota, masih banyak daerah yang angkanya di atas 29 persen, bahkan ada yang mendekati 30 persen. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama," ucap Sukamto.
BACA JUGA:Wali Kota Eri Cahyadi Bentuk Satgas MBG untuk Dukung Program Presiden Prabowo
Ia pun mengajak seluruh jajaran Kemendukbangga/BKKBN Jatim untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan visi besar Presiden menuju Indonesia Emas 2045.
Tak hanya seremonial, apel awal tahun tersebut juga dirangkaikan dengan aksi nyata melalui program ASN Peduli-Berbagi. Kemendukbangga Jatim menyalurkan bantuan kepada keluarga risiko stunting (KRS) di sekitar lingkungan kantor, dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita non-PAUD.
"Ini merupakan tindak lanjut dari program quick win. Di sekitar kantor ini masih ada masyarakat yang masuk kategori keluarga risiko stunting dan membutuhkan uluran tangan," terang Sukamto.
Sumber:

