Pajak Daerah Kota Malang Lampaui Target, Pendapatan Tembus Rp 890,2 Miliar

Pajak Daerah Kota Malang Lampaui Target, Pendapatan Tembus Rp 890,2 Miliar

Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto.--

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak menunjukkan tren positif hingga penghujung tahun 2025. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, total pendapatan dari pajak daerah berhasil menyentuh angka Rp 890.205.722.906,61 (103,1 persen). 

Capaian ini membuktikan efektivitas pemungutan pajak di berbagai sektor yang seluruhnya berhasil melampaui target yang ditetapkan atau mengalami surplus.

BACA JUGA:Bapenda Kota Malang Optimistis Capai Target PAD Rp 863,5 Miliar


Mini Kidi--

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Keberhasilan melampaui target merupakan hasil dari optimalisasi sistem digitalisasi pajak dan meningkatnya kesadaran masyarakat.

"Alhamdulillah, per 31 Desember 2025, semua sektor pajak kita berada di atas 100 persen. Total realisasi mencapai Rp 890,2 miliar lebih. Ini merupakan wujud kepercayaan masyarakat melalui pembayaran pajak yang kembali lagi untuk pembangunan kota," ujar Handi Priyanto dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA:10 Besar Nasional Kenaikan PAD Kategori Tajam, Bapenda Kota Malang Jadi Rujukan APEKSI

Sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi mencapai Rp 236.731.519.037,72 atau 105,0 persen dari target Rp 225.500.000.000,00. Dari sektor ini saja, Bapenda mencatatkan surplus sebesar Rp 11.231.519.037,72.

Capaian signifikan juga terlihat pada Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Sektor Jasa Makanan dan Minuman menyumbang Rp 175.050.175.535,80 (102,1 persen), disusul oleh PBJT Tenaga Listrik dengan realisasi Rp 117.053.509.266,09 atau 106,4 persen dari target Rp 110.000.000.000,00.

BACA JUGA:Danantara Jadi Mesin Ekonomi Baru, Prof Muliaman Hadad: Saatnya Lepas Ketergantungan pada APBN

Handi menambahkan, secara persentase, PBJT Jasa Parkir mencatatkan pertumbuhan tertinggi yakni 111,0 persen dengan realisasi Rp 5.547.907.936,00. Sementara itu, PBJT Jasa Perhotelan terealisasi sebesar Rp 60.279.752.470,00 (107,6 persen) dan Jasa Kesenian serta Hiburan mencapai Rp 11.881.209.659,30 (108,0 persen).

BACA JUGA:Raih Apresiasi Nasional Bidang Perumahan, Wali Kota Malang Sebut Struktur Anggaran Pro Perumahan Rakyat

Sektor lain yang juga melampaui target adalah Pajak Air Tanah dengan realisasi Rp 3.804.701.548,70 (108,7 persen) serta Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang berhasil mengumpulkan Rp 132.386.495.600,00 atau 104,8 persen dari target Rp 126.293.996.903,00.

"Surplus ini akan menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan program-program strategis di tahun 2026. Kami akan terus berinovasi agar trend positif ini terjaga," terang Handi Priyanto. (bpd/ari)

Sumber:

Berita Terkait