Jaga Kualitas SDM, Dindik Jatim Percepat Revitalisasi Sarpras Sekolah di 2026
Kadindik Jatim Aries Agung Paewai.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pada berbagai sektor, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan sektor pendidikan tetap berada dalam jalur prioritas.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa alokasi mandatory spending sebesar 20% dari APBD 2026 tidak akan dipangkas demi menjamin keberlanjutan kualitas sumber daya manusia.
BACA JUGA:Gerbang SNBP 2026 Dibuka, Kadindik Jatim Bidik Barometer Prestasi dan Minta Tak Ada Manipulasi Data

Mini Kidi--
Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur Khofifah guna memastikan akses dan fasilitas pendidikan tetap optimal.
“Fokus utama tahun ini adalah percepatan pembangunan sarana-prasarana, mulai dari ruang kelas baru hingga pemutakhiran alat praktik vokasi,” kata Aries, Minggu, 4 Januari 2025.
BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Pendidikan Disabilitas, Dindik Jatim Rombak Infrastruktur 5 SLB yang Dinegerikan
Keputusan untuk menjaga kestabilan anggaran ini berangkat dari capaian positif tahun 2025. Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menggelontorkan dana sebesar Rp450 miliar yang berhasil menyentuh lebih dari 300 satuan pendidikan.
“Tahun 2026 tidak ada pengurangan khusus untuk perbaikan sekolah rusak maupun penyediaan laboratorium. Ini adalah bentuk komitmen agar proses belajar mengajar tidak terhambat, meski kita sedang berada di tengah efisiensi anggaran,” tambahnya.
Mengingat jumlah sekolah di Jatim mencapai ribuan, Dindik menerapkan sistem klasifikasi bertahap. Agar bantuan tepat sasaran, setiap sekolah harus melewati prosedur seleksi berbasis proposal yang transparan.
BACA JUGA:Dindik Jatim Siap Resmikan 5 SLB Negeri, Termasuk yang Pertama di Surabaya
Mulai dari pengajuan formal, verifikasi lapangan, dan skala prioritas seperti ruang kelas tidak layak, ketiadaan laboratorium, hingga fasilitas sanitasi yang tidak representatif.
“Kami melakukan klasifikasi secara bertahap. Sekolah yang belum tersentuh bantuan dan kondisinya mendesak akan menjadi prioritas utama tahun ini,” tandas Aries.
Menurutnya, program revitalisasi fisik ini bukan sekadar perbaikan gedung, melainkan bagian integral dari visi besar “Jatim Cerdas” dan “Jatim Gerbang Baru Nusantara”.
Sumber:
