Diminta Ikhlas Tambahan Penghasilan Belum Cair, Ribuan Guru Surabaya Kecewa Berat
Ilustrasi--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sebanyak 111 guru yang hak tambahan penghasilan (tamsil)-nya belum cair dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) SURABAYA pada Senin kemarin, 29 Desember 2025. Namun alih-alih membawa angin segar, pertemuan itu justru berakhir dengan kekecewaan mendalam. Para guru keluar dari ruang pertemuan dengan tangan hampa.
Pertemuan yang diharapkan menjadi titik terang tersebut dinilai para guru hanya sebagai formalitas sosialisasi tanpa solusi konkret. Bahkan ketegangan memuncak saat muncul pernyataan yang meminta para guru untuk merelakan hak mereka yang tidak terbayar.
BACA JUGA:Tambahan Penghasilan Guru di Surabaya Mandek, Begini Tanggapan Kadispendik

Mini Kidi--
Hal ini seperti yang disampaikan oleh F, salah satu guru SD negeri yang hadir dalam pertemuan. Ia merasa sesak saat mendengar arahan dari pihak dinas. Baginya, meminta guru mengikhlaskan tunjangan yang sudah menjadi hak mereka adalah tindakan yang melukai rasa keadilan.
"Dinas tidak memberikan solusi sama sekali. Pertemuan kemarin itu hanya sebatas menerangkan saja, cuma sosialisasi. Hak kami memperoleh tamsil masih nihil. Malah kami diminta untuk mengikhlaskan. Ya tentu saja kami tidak ikhlas sama sekali,” ucap F dihubungi Selasa, 30 Desember 2025.
BACA JUGA:Tamsil Tak Kunjung Cair, 36 Guru SD-SMP Negeri di Surabaya Resah
F merasa pengabdiannya selama setahun penuh seolah tidak dihargai oleh sistem birokrasi. Padahal dirinya sudah mengajar tanpa cuti, memberikan yang terbaik untuk siswa, dan memenuhi semua target administrasi.
“Kami sudah mengeluh ke dinas sejak berbulan-bulan yang lalu. Sekarang sudah penghujung tahun masih tidak ada solusi. Kalau seperti ini berarti dinas tidak berpihak kepada guru,” cetus F.
Suasana serupa dirasakan oleh guru-guru lain yang hadir. Mereka merasa permintaan untuk ikhlas adalah cara instan bagi birokrasi untuk menutup masalah tanpa harus bekerja keras.
BACA JUGA:Tamsil Ribuan Guru Surabaya Tak Cair, Komisi D Desak Dispendik Tuntaskan Sebelum Tutup Tahun
"Ikhlas itu dalam ibadah, tapi ini soal keringat dan hak keluarga kami. Kami datang kemarin untuk mencari kepastian, bukan diminta merelakan apa yang seharusnya menjadi hak kami. Jika kami menyerah sekarang, ini akan menjadi preseden buruk bagi nasib guru di masa depan," ujar S, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Diketahui terdapat 111 guru yang sama sekali belum menerima tamsil sepanjang tahun 2025. Selain itu, ada lebih dari 1.000 guru lainnya yang bernasib menggantung. Mereka baru menerima pencairan untuk triwulan 1 dan 2, sementara sisa hak mereka untuk triwulan 3 dan 4 masih parkir di kas negara.(bin)
Sumber:



